Contoh Surat Kerjasama Sebagai Referensi Membuat Perjanjian Usaha

Contoh Surat Kerjasama – Halo sobat Inspirilo, di artikel kali ini saya ingin berbagi informasi berkenaan dengan surat kerjasama. Surat kerjasama atau kerap juga disebut dengan istilah MoU (Memorandum of Understandingadalah surat yang dibuat untuk tujuan melakukan sebuah perjanjian tertentu antara dua belah pihak.

Kerjasamanya bisa dalam bidang usaha maupun dalam penyelenggaraan kegiatan. Berisikan beberapa poin terkait perjanjian yang telah disepakati.

Istilah lainnya, biasa disebut juga dengan kontrak kerjasama.

Penggunaannya bisa untuk macam-macam keperluan. Misal kontrak dalam membangun sebuah perusahaan. Ddi dalamnya diterangkan beragam hal seperti pembagian keuntungan, perhitungan laba rugi dan hal-hal penting lainnya.

Surat kerjasama pastinya penting sekali peranannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Selain itu surat perjanjian kerjasama semacam ini juga bisa melindungi hak serta kewajiban dari masing-masing pihak yang terlibat. Sehingga tidak ada yang dirugikan, karena semuanya telah tertulis dengan jelas.

Surat kerjasama ini bisa memiliki kekuatan hukum yang kuat. Manakala salah satu pihak melanggar poin-poin yang telah termaktub dalam surat kerjasama tersebut, pastinya bisa untuk diproses menurut hukum yang berlaku.

Dan di sini saya akan memberikan contoh surat kerjasama yang bisa sobat jadikan referensi ketika hendak membuat sebuah perjanjian dengan pihak lain. Baik itu perjanjian kerjasama usaha maupun penyelenggaraan kegiatan.

Namun sebelum saya sajikan contoh surat kerjasama dengan penulisan yang baik, ada baiknya saya jelaskan tentang surat kerjasama itu seperti apa? Bagaimana struktur dan pola penulisannya yang benar? Serta hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam pembuatan surat kerjasama atau surat perjanjian kerjasama ini? Supaya nantinya sobat bisa terhindar dari beragam hal yang tidak diinginkan.

contoh surat kerjasama, contoh surat perjanjian kerjasama, surat perjanjian kerjasama

Tentang Surat Kerjasama

Surat kerjasama atau lebih spesifik lagi sering disebut surat perjanjian kerjasama (MoU) adalah sebuah bentuk uraian pernyataan yang dituliskan. Dan isinya biasanya berupa poin-poin persyaratan dan kesepakatan sebagai pengikat kontrak antara dua belah pihak. Jadi pernyataan yang termuat dalam surat kerjasama tersebut harus dibuat berlandaskan pada kesepakatan bersama antar kedua belah pihak tersebut.

Surat kerjsama ini setidaknya harus memuat 3 unsur berikut:

  1. Berisikan kesepakatan pendahuluan
  2. Berisi poin-poin penting pernyataan dan perjanjian
  3. Surat kerjasama dibuat dengan konsekuensi mengikat antara dua belah pihak sebagai bentuk kontrak kerjasama yang dilakukan.

Struktur dan pola yang harus diperhatikan dalam membuat surat kerjasama

Dalam membuat surat kerjasama, tentu tidak bisa asal-asalan. Artinya ada beberapa poin penting yang harus digarisbawahi agar isi daripada surat tersebut tidak melenceng kemana-mana. Kemudian secara penulisanpun bisa sesuai dengan yang telah distandarkan.

Setidaknya ada 7 poin penting yang harus diperhatikan dalam membuat surat kerjasama ini. Antara lain sebagai berikut.

#1. Bagian Pernyataan : Pada bagian pernyataan ini haruslah mencantumkan data identitas kedua belah pihak terkait.

#2. Bagian pernyataan / pengertian umum: Pada bagian ini harus bisa menjelaskan pengertian / maksud dari surat kerjasama yang dibuat secara jelas.

#3. Tujuan dari surat kerjasama: Ini juga bagian yang penting. Pada bagian ini kita harus menuliskan apa saja tujuan dari dibuatnya surat kerjasama ini.

#4. Lingkup kerja: Inti dari surat kerjasama bisa dibilang ada pada bagian ini. Isinya adalah menerangkan keterkaitan antara dua belah pihak yang bekerjasama. Dijelaskan pula tentang batasan-batasan dalam ruang lingkup kerjasamanya. Tuliskan hal ini secara detail.

#5. Tata cara pelaksanaan (Teknis) – Bagian ini harus berisi uraian terkait tanggung jawab dan juga jenis pekerjaan yang harus dikerjakan antar dua belah pihak.

#6. Kewajiban : Berikan penjelasan mengenai hal-hal apa saja yang wajib dilakukan oleh kedua belah pihak dalam rangka menjalin kerjasama yang baik

#7. Hukuman: Pun jika di antara kedua belah pihak tersebut ada yang melanggar perjanjian yang telah tertulis, juga harus dijelaskan apa saja hukuman (punishment) yang didapat.

#8. Penutup: Sebagaimana surat perjanjian pada umumnya, surat kerjasama ini juga harus memuat tanda tangan dari kedua pihak yang bekerjasama. Lengkap dengan dibubuhi materai untuk memberikan kekuatan hukum pada surat perjanjian tersebut.

Selain itu, hal yang perlu diperhatikan lainnya antara lain:

  • Tanggal serta tempat dilakukannya perjanjian harus jelas. Dan jangan sampai salah.
  • Masa berlaku kontrak yang juga harus jelas
  • Identitas saksi
  • Besaran modal yang dikeluarkan
  • Jaminan dari pihak penerima modal
  • Ketentuan dalam urusan pengembalian modal dan pembagian laba
  • Pengganti kedudukan para pihak bila salah satu di antaranya meninggal dunia lebih dahulu
  • Dan hal-hal lainnya yang disepakati bersama

Contoh Surat Kerjasama Usaha

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA

Para pihak yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama                                              : John Arinata

No. KTP                                              : 20121129100001

Tempat Tanggal  Lahir                       : Jakarta, 21 Desember 1991

Alamat                                                : Harapan Indah, Bekasi Utara.

Bertindak selaku atas nama diri sendiri, selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA;

 

2. Nama : Dodi Hartono

No. KTP/Identitas                              : 20103027400002

Tempat Tanggal  Lahir                       : Sleman, 03 Februari 1974

Alamat                                                : Tanjung Priok, Jakarta Utara.

 

Bertindak selaku atas nama diri sendiri, selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA;

Pada hari ini, Jumat tanggal 12 Maret 2014, masing-masing pihak telah sepakat untuk mengadakan perjanjian kerjasama usaha dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang diatur dalam 14 pasal sebagai berikut:

PASAL 1

KETENTUAN UMUM

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama selanjutnya disebut PARA PIHAK. PARA PIHAK dengan ini terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:

  1. PIHAK PERTAMA selaku pemilik modal menyerahkan sejumlah uang tertentu kepada PIHAK KEDUA untuk dipergunakan sebagai modal usaha untuk jenis  usaha  ekspor dibidang
  2. PIHAK KEDUA selaku pengelola modal dari PIHAK PERTAMA bertanggungja wab untuk mengelola usaha sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 Ayat
  3. PIHAK KEDUA menerima modal dalam bentuk uang dari PIHAK PERTAMA yang diserahkan pada saat perjanjian ini disepakati dan
  4. Berdasarkan uraian diatas, baik PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat bekerjasama dalam permodalan usaha dan perjanjian usaha dibidang

 

PASAL 2

SISTEM PEMBAYARAN

  1. Berdasarkan Pasal 1 ayat 1, besar uang modal usaha sebesar Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) dan modal PIHAK PERTAMA tersebut diserahkan kepada PIHAK KEDUA setelah akad ini ditandatangani oleh kedua belah pihak.
  2. Keuntungan usaha adalah keuntungan bersih (Nett Profit), berupa keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha (Cash Profit).
  3. Presentase keuntungan usaha untuk PIHAK PERTAMA adalah sebesar 30% dari Nett
  4. Profit tersebut akan dibayarkan oleh PIHAK KEDUA maksimal tanggal 5 tiap
  5. PIHAK KEDUA berkewajiban mengembalikan modal usaha kepada PIHAK PERAMA dalam jangka waktu 15 (lima belas) bulan terhitung sejak perjanjian ini disepakati dan
  6. Apabila sampai pada tanggal tersebut modal usaha belum dikembalikan , maka PIHAK KEDUA dikenakan uang paksa sebesar Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) per hari dan Kontrak dianggap berakhir setelah semua kewajiban Pihak Pertama.

PASAL  3

KETENTUAN HUKUM

Bahwa segala sesuatu yang berkaitan  dengan  Kontrak  ini  dengan  segala  akibatnya, maka PARA PIHAK sepakat memilih tempat kediaman hukum (domisili) yang umum dan tetap di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri.

PASAL 4

FORCE MAJEUR

Jika terjadi force majeur atau keadaan memaksaPARA PIHAK tidak bertanggung jawab atas tidak terlaksananya hak dan kewajiban dalam perjanjian ini yang diakibatkan oleh force majeur tersebut yang dimaksud force majeur dalam perjanjian ini meliputi tapi  tidak  terbatas  pada bencana alam, gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, kebakaran, perang, huru-hara, pemberontakan, wabah penyakit, dan tindakan pemerintah dibidang keuangan yang langsung mengakibatkan kerugian luar biasa.

 

PENUTUP

Segala perubahan dan hal-hal lain yang belum diatur dan/atau belum  cukup  diatur  dalam perjanjian ini akan dimusyawarahkan lebih lanjut oleh PARA PIHAK dan hasilnya akan dituangkan ke dalam suatu addendum yang ditandatangani oleh PARA  PIHAK yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tak terpisahkan dari perjanjian ini.

Demikian perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap bermeterai cukup,  PARA PIHAK mendapat satu rangkap yang kesemuanya mempunyai kekuatan hukum yang sama. Dan surat perjanjian ini ditandatangani di depan saksi-saksi dan dalam keadaan sehat  walafiat  tanpa tekanan dari siapapun.

Bekasi, 12 Maret 2015

Tertanda,

PIHAK PERTAMA

 

 

 

(John Arinata)

PIHAK KEDUA

 

materai 6000

 

(Dodi Hartono)

SAKSI 1

 

 

 

(William Antonius)

SAKSI 2

 

 

 

(Agus Gumilang)

 

Penutup

Nah itulah contoh surat kerjasama yang bisa sobat jadikan referensi manakala akan melakukan suatu perjanjian kerjasama usaha dengan pihak lain.

Jika dalam kerjasama tersebut sobat berperan sebagai pemodal / investor, maka sebaiknya ada jaminan dari calon partner. Sehingga jika suatu saat ada satu hal yang tidak diinginkan, semisal partner tidak memenuhi kewajiban tertulis. Maka sobat bisa dengan mudah memperkarakaknnya ke meja hijau. Dengan tujuan mengambil alih kepemilikan dari barang yang dijaminkan.

Barangkali cukup sekian saja artikel sederhana kali ini. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan sobat sekalian.

Sekian dan terima kasih.

Leave a Comment