Pesantren Sintesa: Secercah Harapan Baru Menuju Hidup Sentosa

Pesantren Sintesa – Assalamualaikum Sobat Inspirilo. Di artikel ini saya ingin kembali sharing seputar pengalaman pribadi. Kali ini saya mau mengangkat tema tentang Pesantren Sintesa. Sebuah pesantren bisnis online tempat saya bernaung dan belajar sekarang.

Lebih lanjut tentang Sintesa dan kisah perjalanan saya hingga bisa jadi santri akan saya jelaskan lengkap di bawah ya. Jadi silakan dibaca dengan seksama. Artikelnya agak panjang, jadi boleh lah siapkan kopinya dulu supaya lebih mantab. hehe.

Oke, baiknya langsung saja ya. Tapi sebelum masuk ke inti cerita pribadi, saya mau memberikan informasi terkait Pesantren Sintesa tersebut. Jadi selamat menikmati sajian berikut ini. Chek these out!

Pesantren Sintesa dengan segala keunggulan dan keunikannya

belajar SEO, Ibrahim Vatih, Internet Marketing, Pesantren Sintesa, Revorma, Sintesa Magetan, sintea.net, vatih.com, santri sintesa, logo sintesa

Barangkali sudah banyak sekali informasi di internet yang menjelaskan tentang Sintesa. Tapi tentu tidak ada salahnya, di sini saya untuk sekadar berbagi pengalaman dan melengkapi informasi yang sudah ada sebelumnya.

Menurut saya, Pesantren Sintesa ini unik,

Kenapa saya bilang unik? Ya.. yang namanya unik itu artinya berbeda dengan yang lain. Hanya ada satu di Indonesia, bahkan di dunia mungkin. Istilah lainnya bisa juga disebut spesial (tapi gak pake telor, #jamu kuat kalee ya).

Pesantren ini beralamatkan di Desa Ngadireejo, RT.04 / RW.02, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kode POS 63382. Berikut saya sajikan petanya

1. Nama yang unik dan catchy (mudah diingat)

Dari namanya saja, pesantren ini sudah sangat berbeda dengan pesantren kebanyakan yang bertebaran di seantero negeri ini. Sintesa, sebuah nama yang sangat catchy, mudah diingat dan pastinya bakal nancep di pikiran setiap orang yang mendengarnya.

Di saat pesantren pada umumnya menggunakan nama-nama dengan bahasa Arab, Pesantren Sintesa berani tampil beda.

2. Fokus pembelajaran pada Al-Quran dan Bisnis Online

belajar SEO, Ibrahim Vatih, Internet Marketing, Pesantren Sintesa, Revorma, Sintesa Magetan, sintea.net, vatih.com, santri sintesa, quran dan bisnis online

 

Lebih dari itu, yang membuatnya unik dan berbeda adalah fokus program pembelajaran yang diselenggarakan.

Tidak hanya ilmu agama yang diajarkan di pesantren ini, tapi diajarkan juga ilmu lain yaitu Internet Marketing. Sebuah ilmu yang barangkali masih jarang orang tahu. Dan jarang juga ada pesantren yang mengajari santrinya dengan ilmu sejenis ini.

Di sini para santri diajari untuk mempunyai skill dalam bidang Internet Marketing (pemasaran di internet). Dalam istilah lain, kerap disebut juga dengan Bisnis Online.

Beberapa yang menjadi concern pembelajaran IM-nya adalah belajar membuat website dan menulis konten berkualitas di dalamnya. Untuk kemudian dioptimasi (SEO) supaya bisa tampil di halaman pencarian Search Engine (mesin pencari) seperti Google.

Semua pelajaran yang disajikan dibuat dengan sangat terstruktur. Sehingga dalam waktu setahun, setiap santri diharapkan sudah punya pondasi kuat dalam menggarap bisnis online yang bisa mendatangkan keuntungan nantinya.

Satu lagi. Di Pesantren Sintesa ini, para santri dibentuk untuk memiliki kepribadian istiqamah dalam hal ibadah. Shalat 5 waktu berjamaah, puasa senin kamis, shalat dhuha tiap hari, tilawah, tahfidz quran dan banyak amalan lainnya. Inilah sebuah keseimbangan hidup yang diangkat di Sintesa. Bukan hanya ilmu akhirat yang dipelajari, tapi urusan dunia juga diusahakan

“Carilah Apa yang Telah Dianugerahkan Oleh Allah Kepadamu (kebahagiaan) di Akhirat, dan Jangan Lupakan Bagianmu (kenikmatan) di Dunia.” (Al Qashas 77)

3. Penerapan pola hidup super sehat bagi para santri

pola hidup sehat sintesa, belajar SEO, Ibrahim Vatih, Internet Marketing, Pesantren Sintesa, Revorma, Sintesa Magetan, sintea.net, vatih.com, santri sintesa, olah raga di sintesa

Eh satu lagi aja deh, tambahan. Di Pesantren Sintesa juga menerapkan pola hidup super sehat.

Bagaimana tidak? Makan 3 hari sekali sudah pasti. Eh kebalik kayaknya, 3 kali sehari maksudnya. Kecuali senin dan kamis (diharuskan puasa sunnah).

Wajib minum 2 botol air setiap hari. Kemudian tidur siang setiap hari, satu jam sebelum dzhuhur. Dan tidur malam maksimal jam 22.00 dan bangun sebelum shubuh, untuk lanjut shalat jamaah.

Olah raga juga tidak ketinggalan. Wajib hukumnya itu. Jadwalnya setiap hari selasa dan jumat sore. Ada beberapa cabang olah raga yang biasa dilakukan para santri, yakni sepak bola, voli, dan tenis meja.

Jadi tentunya santri tidak melulu belajar dan duduk depan laptop atau ibadah dan murajaah hafalan. Tapi juga diimbangi dengan peningkatan kualitas jasmani. Yang mana hal tersebut juga sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat sehat yang telah diberikan Allah.

4. Biaya Gratis 100%

belajar SEO, Ibrahim Vatih, Internet Marketing, Pesantren Sintesa, Revorma, Sintesa Magetan, sintea.net, vatih.com, santri sintesa, pesantren bisnis online gratis

 

Ya, pesantren bisnis online Sintesa ini memang sepenuhnya gratis. Tidak memungut biaya apapun dari santrinya. Atas dasar hal itu, jadi hanya orang-orang terpilihlah yang bisa diterima jadi bagian Sintesa.

Adapun sejauh ini untuk urusan operasional dan konsumsi santri masih ditanggung sepenuhnya oleh para donatur.

Dan untuk calon santri yang mungkin punya dana berlebih, tersedia juga jalur donasi. Yang mana donasi tersebut akan dipergunakan sepenuhnya untuk keperluan santri sendiri selama satu tahun belajar di Sintesa.

***

Nah begitulah kira-kira sekelumit keunikan dari Pesantren Sintesa. Tempat berkumpulnya para pemuda tampan visioner dan penuh semangat yang siap mengguncang Search Engine. B-)

alumni sintesa, belajar SEO, Ibrahim Vatih, Internet Marketing, Pesantren Sintesa, Revorma, Sintesa Magetan, sintea.net, vatih.com, santri sintesa

Sintesa Angkatan 2 – sintesa.net

Alhamdulillah seperti dikatakan di awal, terhitung sejak agustus 2017 saya telah resmi menjadi salah satu santri santri di Pesantren Sintesa. Sebuah kebahagiaan tersendiri buat saya bisa belajar di sini. Pengalamannya detailnya saya ceritakan di bawah.

Sebenarnya jika sobat mau tahu lebih lanjut terkait program pembelajaran di Pesantren Sintesa, bisa intip di website resminya Sintesa.net. Silakan dikepoin.

Arti dari Nama Sintesa

logo sintesa, belajar SEO, Ibrahim Vatih, Internet Marketing, Pesantren Sintesa, Revorma, Sintesa Magetan, sintea.net, vatih.com

Mungkin ada pertanyaan, apa arti dari Sintesa itu sendiri? Apa pula alasan dipilihnya nama itu sebagai nama pesantren ini.

Tentang hal ini, saya akan kutip penjelasan dari pendirinya langsung yaitu Ibrahim Vatih. Atau kerap biasa kami sapa dengan nama Mas Vatih.

Pada saat acara perkenalan dan orientasi angkatan baru pada Agustus 2017, beliau menjelaskan tentang hal tersebut.

Nama Sintesa beliau buat dengan konsep ilmu branding. Mas Vatih menginginkan pesantren yang dibentuknya ini dapat dengan mudah dikenal karena namanya berbeda dan gampang diingat. Layaknya Gontor, Daarut Tauhiid yang hanya ada satu dan tidak ada di tempat lain pesantren yang namanya sama.

Filosofi di balik nama Sintesa

daun hijau, daun hijau sintesa, spring, segar, teduh, sejuk, pesantren sintesa

ummihalwa.blogspot.com

Kemudian secara filosofi, Sintesa juga erat kaitannya dengan hehijauan.

Seperti halnya kita kenal istilah fotosintesis yang merupakan proses alami tumbuhan berzat hijau daun (klorofil). Prosesnya terjadi di daun dengan bantuan sinar matahari yang kemudian hasilnya memberikan oksigen untuk kehidupan. Lingkungan pun dibuat sejuk olehnya.

Sejalan dengan visi dari Pesantren ini sendiri, dengan diberikannya nama Sintesa diharapkan bisa menjadikannya sebagai wadah penghijauan diri generasi muda. Sesuai dengan tagline-nya yang berbunyi “Hijaukan Generasi

Hijau itu identik dengan sejuk dan bersih. Dan hal itu pula yang diharapkan ada pada diri setiap santri, bebas dari polusi-polusi hati yang mengotori diri.

Pola hidup positif tersebut di atas terus berulang dalam waktu setahun. InsyaAllah akan menjadikan santri pribadi yang tangguh dan bermanfaat memberikan keteduhan. Bukan hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi keluarga dan masyarakat.

Kemudian lebih lanjutnya lagi, Sintesa juga merupakan akronim dari Sinergi Terpadu Santri. Sebuah kepanjangan kalimat yang menurut saya agak dipaksakan perpaduannya. hehe. Tapi tidak mengapa,

Karena di sini para santri memang diharapkan bisa saling bersinergi dengan keterpaduan antar sesama. Hingga membentuk tatanan harmonisasi utuh menuju konspirasi kemakmuran. Lha kok jadi vikisisasi ini.. haha.

Begitu kira-kira terkait filosofi dan arti nama Sintesa sepemahaman saya.

Sekilas tentang Mas Vatih – Pendiri Pesantren Sintesa

belajar SEO, Ibrahim Vatih, Internet Marketing, Pesantren Sintesa, Revorma, Sintesa Magetan, sintea.net, vatih.com, santri sintesa

Oh iya, hampir lupa. Sedikit info saja buat sobat sekalian. Tentang Mas Vatih sendiri, beliau adalah seorang praktisi yang telah lama berkecimpung dalam dunia digital marketing.

Kemampuannya, khususnya dalam bidang SEO (Search Engine Optimization) sudah tidak perlu diragukan lagi. Beliau kerap jadi pembicara inti di berbagai seminar/workshop Internet Marketing.

Dari salah satu tulisan di blognya, saya mengetahui bahwa beliau ini merupakan sosok yang selalu ingin berbagi.

Tentang ilmu internet marketing yang dimilikinya juga begitu. Beliau tidak mau melahapnya sendiri, maka dari itulah dibentuk Sintesa sebagai wadah dalam membagikan ilmunya.

Mas Vatih mengenyampingkan perasaan-perasaan tidak positif seperti takut tersaingi orang lain atau sejenisnya. Ia yakin bahwasanya dengan berbagi tidak akan membuatnya merugi, ilmunya berkurang atau tersaingi oleh muridnya.

Justru dengan berbagi, maka manfaat akan semakin menebar. Bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga buat orang banyak. Buat yang mau kepoin, silakan meluncur ke websitenya https://vatih.com atau akun Facebooknya (silakan search dengan nama Ibrahim Vatih).

Awal Saya Mengenal Pesantren Sintesa

Februari 2017. Saat itu saya baru saja memulai pekerjaan di sebuah perusahaan digital printing di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

Hari demi hari jujur saja saya lewati dengan kurang antusias di tempat kerja baru tersbut. Karena setelah sekitar seminggu di sana, saya baru menyadari bahwa sistem kerja kurang sesuai dengan yang saya harapkan. Secara benefit juga kurang menunjang kebutuhan hidup di kota besar seperti Tangerang.

Selain itu saya jadi hanya punya sedikit waktu untuk menyalurkan passion saya dalam bidang internet. Ya saat itu saya memang sudah berkenalan dengan dunia Internet Marketing, walau masih belajar. Saya punya keinginan dan yakin bahwa internet bisa jadi jalan sukses saya.

Untuk urusan ibadah, saya juga jadi jarang salat jamaah. Hampir setiap shalat wajib, saya jalani secara munfarid. Itupun seringnya telat dan mepet waktu.

Namun saya tetap mensyukuri apa yang telah saya dapat waktu itu sembari berdoa kepada Allah. Kalau memang ada yang lebih baik dari pekerjaan ini, semoga segera dipertemukan.

1. Menemukan Sintesa via Facebook

belajar SEO, Ibrahim Vatih, Internet Marketing, Pesantren Sintesa, Revorma, Sintesa Magetan, sintea.net, vatih.com, santri sintesa, facebook sintesa, sintesa.play

Singkat cerita pada suatu malam saya membuka aplikasi Facebook di Android. Tepat di timeline paling atas muncul sebuah shared post dari salah seorang teman saya. Namanya mang Angga Tirta. Postingan yang ia bagikan adalah sebuah link berisi informasi magang bisnis online.

Saya tidak begitu tertarik sebenarnya dengan info tersebut. Tapi karena cuma pengen tahu saja apa isinya, sayapun membuka linknya.

Website yang saya buka bernama Revorma. Di situ tertera halaman penjelasan terkait Info magang bisnis online. Belakangan saya tahu bahwa website tersebut adalah miliknya mas Ibrahim Vatih yang saya ceritakan di atas.

Kata demi kata saya baca di webnya tersebut. Dari yang tadinya tidak tertarik, saya serasa menemukan jawaban atas kegelisahan yang saya rasakan. Seketika itu hati berkata, ini nih jawabannya.

Saya tertarik dengan benefit yang tertulis di program magang 3 bulan tersebut. Namun dari sekian banyak benefit yang ditawarkan, ada satu yang membuat saya penasaran. Yakni disebutkan bahwa

Peserta magang bisa mengikuti kegiatan para santri SintesaLebih lanjut bisa lihat webnya.

Saya memikirkan kata yang tercetak tebal di kutipan di atas. “Hah?? Sintesa? Apaan tuh?

2. Mulai kepoin segala hal tentang Sintesa

Akhirnya saya klik tuh link yang disajikan. Tebuka lah website dengan tampilan elegan, simpel dan enak dipandang mata.

Tampak logo 3 kesatuan daun hijau dengan tulisan Sintesa di bawahnya. Lengkap dengan deskripsi singkat yang berbunyi  SEBUAH PESANTREN YANG FOKUS PADA QUR’AN & BISNIS ONLINE. 

“Wah unik banget nih”, saya pikir.

“Ada pesantren tapi kok belajar bisnis online juga. Cocok nih kayaknya”.

Mulailah dari situ saya kepoin setiap menu dan halaman dari website yang beralamatkan di Sintesa.net itu. Dari mulai halaman home sampai halaman paling pojok sekalipun, saya korek semuanya.

Tanpa sadar saya dibuat jatuh cinta dengan program belajar yang tertulis di website tersebut.

Kok serasa ngejawab banget dengan apa yang saya gelisahkan sebelumnya. Dimana lagi bisa fokus belajar dan jalankan ibadah. Sambil belajar bisnis online. Ada program tahfidz Al-Qurannya lagi.

Saat itu tanpa perlu lama berpikir, saya langsung memantapkan hati. Dan yakinkan diri bahwa saya harus ikut jadi bagian dari pesantren ini. Informasi ini saya yakini sebagai jawaban dari Allah.

Dari yang tadinya tidak tertarik dengan link shared post dari teman facebook. Kemudian jadi tertarik dengan info magangnya. Eh ujungnya malah lebih tertarik lagi buat jadi santri di Sintesa.

Belakangan saya juga baru tahu bahwa waktu itu, bulan Maret 2017 baru saja selesai pendaftaran untuk angkatan 5. Ada sedikit penyesalan dalam hati, kenapa baru tahu info ini sekarang.

“Kenapa gak dari bulan-bulan kemarin? Kalau tahu dari bukan kemarin, pasti saya sudah ikut daftar.”

Begitu kira-kira pikiran kurang positif yang bergejolak dalam kepala. Tidak seharusnya juga saya berpikiran seperti itu. Allah sudah kasih jawaban, malah ditawar, gak beradab banget kan yaAstaghfirullah.

3. Mencari informasi terkait pendaftaran Sintesa

Mulailah saya cari-cari info lanjutan terkait pendaftaran Pesantren Sintesa. Bagaimana caranya bisa jadi santri di Sintesa?

Saya telusuri seluruh channel terkait Sintesa. Mulai dari fanpage fb dan juga website-website yang saya temukan di Google yang menjelaskan tentang Sintesa.

Dari banyak halaman yang saya baca, saya baru tahu juga bahwa pendaftaran santri baru itu dibuka tiap 6 bulan sekali. Jadi dalam setahun ada 2 angkatan aktif.

Belakangan baru saya tahu bahwa tulisan-tulisan yang berserakan di halaman pertama Google tentang SIntesa itu adalah tulisannya para santri sendiri.

Dari situ saya semakin ngebet untuk bisa jadi bagian dari Sintesa.

4. Sedikit kerikil mengganjal

kerikil, batu kecil, tersandung kerikil

Namun ada sedikit kerikil yang mengganjal pikiran saya waktu itu. Yakni terkati kriteria dari penerimaan Santri.

Semua kriteria yang diperlukan, sebagian besar bisa saya penuhi. Namun ada satu yang jadi pikiran. Adalah faktor usia pengganjalnya. Di info pendaftaran Pesantren Sintesa, disebutkan bahwa maksimal usia yang diterima adalah 23 tahun.

Dan saat mengetahui info terkait Sintesa di atas, usia saya juga sudah masuk 23. Saya kelahiran tahun 1993 bulan Agustus. Sudah cukup senior memang usia saya ini. hehe

Adapun pendaftaran angkatan baru dibuka 6 bulan lagi dari bulan Maret. Itu artinya akan jatuh pada bulan sekitar agustus 2017. Dan usia saya sudah lewat dari yang dijadikan batas maksimal. Saya jadi ragu di situ apakah masih bisa daftar atau tidak. Sementara keiinginan semakin menggebu di dada.

Untuk menjawab rasa penasaran yang ada, akhirnya saya putuskan untuk bertanya langsung via PM ke facebook page Pesantren Sintesa. Saya tanyakan hal tersebut.

Dan betapa berysukurnya saya manakala mendapat jawaban bahwa saya masih bisa ikut daftar menjadi santri angkatan berikutnya. Alhamdulllah.

Tak mengapa walau nantinya kemungkinan besar, saya jadi salah satu santri paling senior dari segi usia :). Itu tidak terlalu saya pikirkan. Tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Memutuskan resign kerja demi Sintesa

resign, mengundurkan diri, resign kerja, berhenti kerja,

uvisor.com

Terkait pekerjaan yang saat itu sedang saya jalani waktu itu sebenarnya saya masih dalam masa training. Jadi belum benar-benar jadi karyawan. Namun kendati begitu sudah dapat gaji full.

Hari demi hari saya tetap lewati bekerja sebagai setter (tukang nyeting file yang akan diprint). Sistem kerja shift membuat saya agak kesulitan mengatur waktu.

Tidak lama kemudian, kakak ipar saya yang berada di Bandung menelepon. Dia memberitahukan bahwa ada lowongan pekerjaan yang menurutnya cocok untuk saya. Dan kalau mau apply lamaran, ia bisa bantu katanya.

Saat itu saya iyakan saja. Walaupun pada kenyataannya saya juga tidak kepikiran untuk mencari pekerjaan lainnya. Namun sepertinya hal itu bisa saya jadikan alasan. Alasan untuk apa? Resign. Ya, pikiran untuk resign / berhenti kerja memang sempat terlintas beberapa kali di kepala.

Dan dengan berbagai pertimbangan yang ada, akhirnya saya putuskan untuk resign dari pekerjaan di perusahaan itu.

Sayapun mengutarakan maksud untuk resign ke Bu HRD. Secara formalitas, saya bilang bahwa alasan saya resign adalah karena ada peluang pekerjaan baru di Bandung. Dan memang kenyataannya begitu.

Tapi hati saya berkata lain. Jauh di lubuk hati terdalam, alasan kuat saya untuk resign adalah demi Sintesa.

Demi untuk bisa mendaftar di angkatan berikutnya pada bulan Agustus, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan di Tangerang tersebut.

Perihal ini juga sebelumnya telah saya konsultasikan dahulu ke orang tua. Alhamdulillah beliau mendukung.

Kenapa Resign lebih Awal?

Ini mungkin yang jadi pertanyaan.

Jadi di perusahaan digital printing tempat saya kerja tadi menerapkan peraturan semacam ikatan dinas setelah 3 bulan masa training. Ikatan dinasnya selama 2 tahun.

Dan selama waktu tersebut tidak boleh mengundurkan diri. Adapun kalau mau mengundurkan diri, maka harus membayar biaya penalty sejumlah uang yang lumayan besar.

Disamping itu ada juga kebijakan tahan ijazah yang setelah saya pikir-pikir agak merugikan karyawan.

Jadi atas dasar pertimbangan di atas, saya rasa Resign lebih awal adalah pilihan yang bijak. Mumpung saya belum terikat dan ijazah masih saya pegang.

Kalau bukan karena keinginan untuk belajar di Pesantren SIntesa, nampaknya saya juga tidak akan melakukannya.

Tapi saya sudah yakin dengan segala resikonya. InsyaAllah  ini keputusan terbaik.

Penantian Berharga

penantian, danbo penantian, penantian berharga,

Singkat cerita sayapun resign dari pekerjaan tersebut. Dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi di Garut.

Saat itu masih bulan Mei. Kebetulan beberapa minggu lagi sudah akan masuk bulan ramadhan.

Karenanya saya memutuskan untuk istirhat, tidak kemana-mana dulu. Sembari menunggu waktu pendaftaran Sintesa Angkatan 6 yang belum diketahui kapan waktu tepatnya.

Sayapun menjalani puasa Ramadhan di kampung untuk pertama kalinya setelah 6 kali ramadhan sebelumnya selalu berada di perantauan.

Momen-momen waktu luang tersebut saya manfaatkan untuk lebih memperbaiki diri. Lebih rutinkan jamaah shalat, lebih rutinkan tilawah Quran. Lebih telaten dalam mengatur dan memanfaatkan waktu dari bangun hingga tidur.

Hal tersebut saya lakukan sebagai bentuk upaya pemantasan diri demi bisa diterima di Pesantren Sintesa. Dengan tak lupa juga selalu saya sertakan doa di dalamnya.

Karena jika melihat background, saya belum pernah mengenyang pendidikan di Pesantren. Dari SD sampai SMK sekolah saya selalu di negeri. Untuk pendidikan agamapun sangat kurang. Hanya tahu yan dasar-dasar saja. Selebihnya hanya belajar otodidak dari internet.

Jadi saya cukup sadar diri, namun tidak minder dengan kondisi tersebut. Justru jadi penyemangat buat lebih bisa memantaskan diri.

Info Pendaftaran calon santri angkatan 6

Singkat cerita, pada suatu hari entah hari apa waktu itu, tanggalnya juga lupa. Yang jelas bulan Juni 2017.

Saat itu sedang puasa ramadhan. Siang-siang saya buka Facebook. Dan seperti dapat durian runtuh. Waktu itu Page Facebook Sintesa mengupdate status bahwa pendaftaran Santri Angakatan 6 akan dibuka tanggal 4 juli 2017. Beberapa hari setelah lebaran.

Inilah awal dari penantian berharga yang ditunggu-tunggu.

Saya langsung pasang reminder dan tandai tanggalan di rumah. lingkari tanggal 4 di bulan juli sebagai hari penting. Rupanya saya tidak mau ketinggalan ‘kereta’ untuk ikut dalam daftar pendaftar Pesantren Sintesa.

Keesokan harinya, saya memberi tahu ibu perihal ini. Kebetulan waktu itu saya memang belum sempat menjelaskan tentang Sintesa secara detail.

Saya pun berusaha menjelaskan sedetail mungkin tentang program pembelajaran di Sintesa.

Setiap halaman di website Pesantren Sintesa saya bacakan ke ibu. Ya seperti pernah saya bahas, ibu saya orangnya emang gaptek, gak ngerti urusan internet atau laptop. Ditambah penglihatannya agak susah untuk melihat huruf di layar.

Video-video Sintesa pun saya perlihatkan pada ibu dengan harapan beliau bisa percaya dan memberikan izinnya untuk saya belajar di SIntesa.

Dan Alhamdulillahnya setelah 1 jam menjelaskan secara detail, ibupun memberikan izinnya. Seketika itu juga saya minta doa ibu untuk dilancarkan dalam segala prosesnya nanti. Walau pada kenyataanya, tanpa dimintapun pasti beliau akan mendoakan.

Alhamdulillah bisa ikut pendaftaran Sintesa Angkatan 6

registrasi, pendaftaran, pendaftaran angkatan baru Sintesa, pendaftaran sintesa

Hari yang dinantikanpun tiba. Sekitar 2 minggu setelah lebaran idul fitri waktu itu. Tepatnya tanggal 4 Juli 2017.

Lewat halaman facebook, Sintesa memberitahukan informasi bahwa pendaftaran untuk angkatan 6 sudah mulai dibuka. Ternyata jangka waktu pendaftarannya cukup lama, yaitu sampai akhir bulan Juli. Hampir sebulan jadi.

Kendati begitu, saya memutuskan untuk daftar lebih awal. Yakni tepat di hari pertama pendaftaran dibuka. Kalau bisa langsung sekarang, kenapa ditunda-tunda, kan.

Saya yakin di luaran sana juga pasti banyak yang mendaftar. Jadi saya tidak akan melewatkan kesempatan yang ada.

Segera saya buka website Sintesa, masuk ke menu pendaftaran. Mulailah di situ saya mengisi setiap form yang tersedia. Mulai dari nama, tempat tanggal lahir, alamat, dan lain-lainnya.

Yang paling penting adalah pada kolom story.

Seperti yang diinstruksikan, saya pun berusaha menulis latar belakang keluarga saya secara detail. Tidak sedikit dan hanya alakadarnya. Saya sadar betul di bagian inilah panitia pendaftaran Sintesa melakukan penilaian terhadap calon santri yang mendaftar.

Alhamdulillah saya berhasil menuliskannya. Ya cukup detail dan panjang lah. InsyaAllah.

Pun begitu dengan kolom “Harapan Gabung di Sintesa”. Di sana saya menuliskan apa-apa yang harapkan, baik secara duniawi maupun ukhrawi.

The Priceless Things in Sintesa

priceless, tak ternilai harganya, tak ternilai

Hal yang paling membuat saya tertarik untuk gabung di Sintesa adalah kebersamaan antar santrinya. Mencari teman yang sevisi, khususnya dalam bidang IM itu tidak mudah tentunya. Tapi di Sintesa kita bisa berkumpul dengan teman-teman yang visi dan pembelajarannya sama.

Selain itu, berpedoman pada tulisannya Mas Vatih, bahwasanya cara terbaik untuk belajar adalah dengan bermukim serta berinteraksi langsung dengan guru. Tidak cukup hanya lewat video tutorial apalagi ebook.

Bisa saling sharing dengan teman dan berinteraksi langsung dengan guru. Juga didukung dengan lingkungan yang positif. Itulah yang saya kira paling mahal dari Sintesa. Priceless, tak ternilai harganya.

Kembali soal pengisian formulir. Semua form nampak sudah saya isi. Satu hal yang perlu saya lakukan hanya memijit tombol “Daftar”. Dan dengan mengucap basmillah, saya klik tombol tersebut.

Dan muncullah pop up pemberitahuan bahwa formulir pendaftaran telah berhasil dikirim. Ada instruksi untuk menunggu pengumuman pada tanggal 10 Agustus 2017.

Selanjutnya yang saya lakukan hanya menunggu sambil tak lupa selalu panjatkan doa setiap harinya.

Kabar gembira yang tertunda

kebahagiaan yang tertunda, kabar gembira, emoticon

quora.com

Bulan Juli sudah berakhir, tanggal pengumuman semakin dekat. Saya heran selama Juli itu sama sekali tidak ada telepon atau konfirmasi dari Sintesa. Saya tetap menunggu, mungkin nanti akan ada panggilan sebelum masuk tanggal pengumuman.

Tapi sampai dengan tanggal 9 Agustus, di mana itu merupakan hari terakhir sebelum pengumuman – saya masih belum juga mendapat panggilan.

Sempat terpikir, saya mungkin tidak lolos kualifikasi. Kalau memang kenyataannya begitu, ya tidak apa-apa. Pikir saya pasrah waktu itu.

Tanggal 10 pun akhirnya tiba. Kembali saya cek Fanpage Facebook Sintesa.

Postingan terbarunya menunjukkan pengumuman penerimaan santri angkatan 6.

Setelah saya buka halaman pengumuman, ternyata benar saja. Nama saya tidak ada di situ.

Berburu kepastian

Namun saya tidak buru-buru menyimpulkan. Saya mau tanyakan dulu kepastiannya, apakah saya memang benar-benar tidak diterima. Soalnya sama sekali tidak ada informasi apa-apa.

Sayapun hubungi Facebook Sintesa via PM. Namun anehnya, admin Sintesa malah menanyakan balik apakah saya telah mengisi formulir pendaftaran atau belum.

Padahal seperti dijelaskan sebelumnya, saya mengisi formulir bahkan di hari pertama pendaftaran dibuka, yakni tanggal 4 juli. Dan bahkan sudah dikonfirmasi bahwa sebelumnya pendaftaran telah masuk.

Belakangan saya menyimpulkan mungkin data saya terlewat mungkin ya. Jadi tidak terhubungi oleh pihak panitia pendaftaran Sintesa dari awal.

Dan tak lama kemudian, ada SMS ke HP saya. Isinya menyatakan bahwa akan ada yang menghubungi saya via telepon untuk proses tes.

Saat itu saya masih ingat ba’da Maghrib, malam Jumat, masih di tanggal 10 Agustus. Ada telepon masuk dari nomor yang tidak dikenal. Saya langsung bisa menyimpulkan kalau itu telepon dari Sintesa. Dan memang benar begitu.

Tak menunggu waktu lama, saya langsung angkat teleponnya. Setelah mengkonfirmasi nama dan data singkat saya, Mas-mas yang menelepon langsung meminta saya untuk mempersiapkan Al-Quran. Kemudian saya disuruhnya baca Al-fatihah dan beberapa ayat dari Al-Quran di Surah Ali Imran.

Setelahnya ditanyai juga apakah saya sudah menjelaskan tentang Sintesa ke orang tua. Saya jawab, sudah.

Keesokan harinya kembali ada telepon dari pihak Sintesa. Tapi kali ini dengan nomor yang berbeda. Dan teleponnya ditujukan untuk ibu saya yang intinya hanya mengkonfirmasi apakah saya benar-benar sudah menceritakan tentang Sintesa ke beliau. Dan apakah benar orang tua saya mengizinkan.

Ya hanya segitu. Pembicaraan pun berlalu.

Pengumuman

belajar SEO, Ibrahim Vatih, Internet Marketing, Pesantren Sintesa, Revorma, Sintesa Magetan, sintea.net, vatih.com, santri sintesa

2 hari berikutnya, yakni tanggal 13 Agustus, yang ditunggu-tunggupun akhirnya datang. Konfirmasi dari pihak Sintesa tentang kepastian saya diterima atau tidak.

Dan sebuah pesan masuk ke WA yang menjelaskan bahwa saya diterima di Pesantren Sintesa. Seketika saya bersyukur. Alhamdulillah perjuangan dan penantiannya membuahkan hasil indah.

Kemudian selanjutnya yang saya lakukan adalah tentunya mempersiapkan segala macam perlengkapan yang akan dibawa.

Singkat cerita sayapun berangkat ke Magetan menggunakan transportasi kereta api. Itu adalah pengalaman pertama saya naik kereta api lintas provinsi. Sebelumnya hanya pernah naik kereta Commuter Line Jakarta-Bekasi dulu.

Adapun terkait perjalanan saya ke Magetan menuju Pesantren Sintesa telah saya muat di postingan terpisah. ?

The Law of Projection

the law of projection, hukum proyeksi, belajar SEO, Ibrahim Vatih, Internet Marketing, Pesantren Sintesa, Revorma, Sintesa Magetan, sintea.net, vatih.com, santri sintesa,

Ini hanya chapter tambahan aja sih. Buat pemanis.. hehe

Jadi seperti sempat disinggung di atas, saya ini memang bukan anak pesantren. Saya sama sekali belum pernah merasakan dan tahu kehidupan seorang santri itu seperti apa. Karena dari SD sampai SMK, sekolah saya ya di negeri / sekolah umum.

Tapi jauh sebelum daftar Sintesa, sebenarnya ada keinginan untuk belajar di pesantren. Karena sadar ilmu agama saya sangat jauh dari kata memadai.

Tahun lalu saya sempat upload foto di Facebook dengan caption “Akhirnya kesampaian juga jadi anak pesantren.”

Saat itu saya memang sedang memakai kaos PesantrenIM miliknya Om Andro, seorang praktisi IM yang saya kenal di FB. Adapun PesantrenIM yang dimaksud adalah singkatan/akronim dari “Pengangguran Santai Tapi Keren – Penghasilan 1M”.

Ya waktu itu Om Andro memang raja sedang getol-getolnya ngomporin orang di Facebook untuk jadi pengangguran. Dengan kreatifnya waktu itu membuat baju dengan desain kaos seunik itu. Sehingga saya pun tidak tahan untuk membeli dan sekadar menguploadnya. hehe

PesantrenIM, Pesantren Sintesa, Pesantren Bisnis Online

Kendati status yang saya buat tersebut bernada plesetan, tapi saya merasa itu adalah sebuah doa.

Dan kini saya berpikir, barangkali memang Sintesa adalah jawaban dari doa tersirat itu.

Hal ini yang saya yakini sebagai The Law of Projection atau Hukum Proyeksi. Sama seperti prinsip kerja proyektor / Infocus. Apa yang ditampilkan di laptop akan diproyeksikan dalam tampilan yang sama oleh proyektor untuk kemudian tampil di layar.

Laptop itu laksana otak atau pikiran kita. Dan apa yang tampil di layar adalah buah hasilnya. Jadi apa yang kita pikirkan dengan terus berulang, maka itulah yang akan terjadi. Tak peduli itu baik ataupun buruk.

Otak saya secara berulang memikirkan keinginan untuk mencicipi kehidupan pesantren. Kemudian pada saatnya Allah memberikan jawabannya dalam bentuk Sintesa sebagai proyeksi dari apa yang saya pikirkan. Begitulah kira-kira pemaparan sotoy saya.

Berharap Sentosa via Sintesa

sentosa, freedom, time freedom, kebebasan waktu, kebebasan finansial

kellyroachcoaching.com

Normal kiranya sebagai manusia biasa memiliki harapan. Harapan untuk bisa selalu maju dari hari ke hari dalam bidang yang dijalaninya. Tak terkecuali dengan saya. Dengan menjadi santri di Pesantren Sintesa saya berharap bisa meningkatkan taraf hidup / ekonomi keluarga.

Juga lebih dari itu saya ingin setiap ilmu yang didapat di sini bisa bermanfaat bagi banyak orang nantinya. Khususnya para generasi muda di tempat saya tinggal.

Simpelnya saya berharap bisa menggapai hidup sentosa lewat Sintesa. Sentosa di dunia dan juga akhirat. Aamiin.

Penutup

Baik, begitulah kiranya sepenggal kisah hidup saya dari awal mengenal hingga akhirnya diterima menjadi salah satu santri Pesantren Sintesa.

Sekarang matahari masih akan terus bersinar. Dan roda akan terus berputar. Perjalanan saya di Sintesa masih hanya seujung jari. Semoga Allah senantiasa limpakan kelancaran dalam setiap proses belajar kami di Sintesa. Aamiin.

Mohon maaf bila ada salah-salah kata maupun isi dari tulisan ini. Sekian dan terima kasih.

Leave a Comment