19 Kebiasaan Orang Sunda Sehari-hari yang Unik & Perlu Kamu Ketahui

Di artikel lain inspirilo telah membahas tentang pakaian adat Sunda, dan juga rumah adat Sunda. Nah untuk kesempatan kali ini, kami masih akan menyajikan artikel yang berbau-bau Sunda. Tapi bukan membahas objek, melainkan lebih ke subjeknya yaitu orang sunda itu sendiri. Lebih tepatnya tentang karakter dan juga kebiasaan orang sunda sehari-hari yang khas dan beda dengan orang dari suku lainnya di Indonesia.

Adapun terkait karakter ataupun sifat dan juga kebiasaan dari orang sunda ini tentu tidak bersifat mutlak. Artinya untuk beberapa orang mungkin tidak berlaku. Karena tentu secara personal karakter tiap orang itu berbeda pastinya. Jadi di sini kami hanya mengambil gambaran umumnya saja tentang stereotipe yang melekat pada orang Sunda selama ini.

Baik, langsung saja ini dia daftar lengkap tentang sifat, karakter dan kebiasaan orang Sunda yang masih berlaku di masyarakat dan perlu kamu ketahui. Selamat menikmati.

1. Tidak bisa bilang F ??

kebiasaan orang sunda adalah

Yang pertama akan kita bahas adalah tentang cara orang Sunda melafalkan bunyi huruf F atau V yang seperti tidak ada bedanya, keduanya dibaca P. Terkait hal ini mungkin sudah sangat dikenal oleh banyak orang dari suku lain, katanya orang sunda itu gak bisa nyebut huruf F.

Contohnya :

  • Foto dilafalkan Poto,
  • Film dibaca Pilem,
  • Viral dibaca Piral
  • dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Ya memang sudah turun temurun bawaannya seperti itu.

Alasan orang sunda seperti tidak bisa menyebut huruf F atau V adalah karena memang dalam kosakata bahasa Sunda sendiri itu tidak pernah ditemukan kata asli bahasa Sunda yang mengandung dua huruf tersebut.

Pun dalam kajian aksara sunda tidak dikenal huruf F atau V. Walaupun kemudian memang ada bentuk aksara serapannya, tapi bukan untuk mengubah bunyi, melainkan cuma untuk tujuan penulisan kata-kata yang bukan bahasa Sunda yang menggunakan huruf F atau V tersebut. Lebih lanjut bisa baca artikel kami tentang aksara sunda.

Jadi sebenarnya agak kurang tepat jika disebut orang Sunda tidak bisa melafalkan bunyi huruf F. Bisa-bisa saja kok kalau untuk sekadar melafalkan bunyi satu huruf F saja. Yang tidak bisa (gak terbiasa) itu kalau sudah nyampur di obrolan, secara tidak sadar tiap menemukan kata yang mengandung huruf F atau V pasti akan agak sulit buat melafalkannya dengan benar.

Selain itu, orang Sunda juga kan terkenal religius (katanya), yang rata-rata pasti bisa baca Al-Quran. Nah dalam kaidah huruf Hijaiyah Arab sendiri juga kan ada huruf ف (fa) yang notabene dilafalkan dengan bunyi F (ef). Dan tidak ada masalah tuh orang-orang sunda dalam melafalkannya.

Jadi, kata siapa orang Sunda tidak bisa bilang F??! Pitnah itu.. !

2. Sering memangkas bunyi huruf B atau D

Kebiasaan orang sunda berikutnya masih dalam pelafalan huruf. Orang Sunda tiap menemukan satu kata yang di tengahnya terkandung huruf B atau D, itu suka dipangkas alias tidak dibaca.

Contohnya:

  • Bandung –> Banung
  • Lembang –> Lemang
  • Gendut –> Genut
  • dst

Tapi kebiasaan ini biasanya hanya terjadi dalam percakapan saja, tidak dalam penyebutan satuan kata. Serta khusus untuk percakapan yang memang menggunakan bahasa Sunda. Kalau orang sunda pasti paham lah.

Kalau mau lebih banyak contoh tentang kebiasaan orang sunda yang satu ini, silakan simak video dari Mang Fiksi di atas.

3. Kata imbuhan “Da, Mah, Teh, Atuh, Euy”

kebiasaan orang sunda sehari hari

Masih berkaitan dengan cara orang Sunda saat berbicara. Yang satu ini pasti identik sekali dan Sunda pisan pastinya.

Orang sunda itu kalau bicara biasanya sering menambahkan imbuhan kata Mah, Teh, Atuh dan Euy. Baik itu dalam bahasa Sunda sendiri maupun terbawa dalam percakapan bahasa Indonesia ala Sunda.

Kata kata tersebut sebenarnya memiliki makna dan cara penggunaan tersendiri dalam bahasa Sunda. Tapi gak tahu kenapa, oleh orang-orang Sunda pengucapan kata-kata tersebut sering terbawa saat berbicara dalam bahasa Indonesia.

Contoh kalimat Bahasa Indonesia ala orang Sunda:

  • Jangan begitu atuh, euy! 
  • Da Aku mah apa atuh! 
  • Gimana sih kamu teh? Jangan main Hp terus atuh.
  • Dia mah doyannya makan mangga busuk, euy!
  • Rame pisan, euy!

Tapi tentu tidak semua orang Sunda begitu. Bagi mereka yang sudah terbiasa bicara bahasa Indonesia, ya pastinya bisa membedakan dan tidak mencampur-campurkan seperti itu.

Lain lagi dengan orang Sunda yang memang sudah sangat kental kesundaannya dan jarang bicara bahasa Indonesia. Kalau disuruh bicara dalam bahasa Indonesia pasti akan terselip kata kata seperti atuh, mah atau teh dan euy. Sunda Pisan, Euy!

4. Logat bicara yang mendayu dan seperti bernyanyi

kebiasaan aneh orang sunda

Setiap suku di Indonesia punya logat atau dialek khas masing-masing saat bicara. Begitupun dengan dengan suku Sunda. Orang-orang Sunda biasa bicara dengan logat yang mendayu, seperti punya nada yang bergelombang begitu 🙂

Dari logat bicaranya saja biasanya sudah dapat dikenali kalau seseorang itu orang Sunda. Sekalipun berbicara dalam bahasa Indonesia, biasanya akan tetap terdengar logat Sundanya. Bagi sebagian orang dari suku lain ada juga yang bilang bahwa cara atau logat bicara orang Sunda itu lucu dan bikin ketawa geli.

5. Ramah, sopan dan murah senyum

artikel adat kebiasaan orang sunda

Ini merupakan sifat atau karakter orang Sunda yang juga seakan berubah menjadi sebuah kebiasaan yang wajib. Orang Sunda itu dikenal orangnya ramah-ramah, istilahnya someah. Khususnya pada orang baru atau pendatang.

Urang sunda juga tidak pelit untuk sekadar melayangkan senyuman, bahkan pada orang yang belum dikenalnya. Dan kalau bicara pasti nadanya lembut. Para pendatangpun biasanya sangat betah tinggal berbaur dengan masyarakat Sunda.

6. Menganggap dulur (saudara) jika bertemu sesama Sunda di perantauan

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, orang Sunda itu dikenal ramah-ramah, baik itu pada pendatang maupun dengan sesamanya.

Khususnya jika ada dua orang Sunda bertemu di perantauan. Mereka biasanya akan sangat cepat akrab dan menganggapnya sebagai dulur (saudara/keluarga). Padahal sebelumnya mereka tidak saling kenal. Hal tersebut terjadi karena ada perasaan senasib dan juga berasal dari suku yang sama. Ya ini tentunya bagus dan merupakan hal yang patut dijaga.

7. Suka melucu dan humoris

Kalau mau cari pasangan yang humoris, orang sunda pasti ada di daftar pilihan teratas.. he. Ya memang orang Sunda itu dikenal suka ngabodor (melucu/melawak), baik dengan perkataan maupun tingkah yang mengundang gelak tawa.

Di Sunda juga dikenal yang namanya sisindiran, yaitu sejenis pantun ala sunda yang selalu berisi sampiran dan isi yang lucu. Kemudian ada dongeng lucu ala Cangehgar hingga dari ceramah lucu yang sering dihadirkan oleh para Mubaligh dari Sunda.

8. Asep & Nama depan belakang yang diulang-ulang

contoh adat kebiasaan orang sunda
komunitasasep.wordpress.com

Kolot Baheula (orangtua jaman dulu) di masyarakat Sunda sering memberikan nama pada anaknya dengan nama yang seperti itu-itu saja. Saking banyaknya, hingga nama tersebut menjadi sedemikian melekat dengan orang Sunda.

Beberapa nama yang identik dan banyak dipakai orang Sunda yaitu Asep, Ujang, Euis, Ucu Cecep, Ade, Eneng, Kokom, dll. Tidak cukup sampai di situ, nama orang Sunda, khususnya laki-laki, juga banyak yang punya bunyi sama antara nama depan dan belakangnya. Seperti diulang-ulang begitu.

Contohnya:

  • Asep Surasep
  • Maman Suherman
  • Didi Mulyadi
  • Tatang Suratang
  • Heri Suheri
  • Yayat Ruhiyat
  • Kokom Awewe Dot Com

Adapun nama yang paling identik dan sunda banget yaitu Asep. Yang konon katanya berasal dari kata Kasep yang berarti “Ganteng”. Saking populernya nama Asep bahkan sampai ada komunitas dan konperensinya segala. Mantap.

9. Suka banget makan lalapan

Kebiasaan orang Sunda yang juga kental terlihat adalah sering makan dengan lalapan. Dapat dilihat dari sajian menu hampir seluruh restoran atau rumah makan Sunda yang selalu menyuguhkan lalapan.

Lalapannya juga banyak sekali jenisnya. Dari mulai daun singkong, pepaya, kecipir, terong bulat, daun kedondong, dan lalapan lainnya yang banyak sekali macamnya.

Paling enak lalapannya dicocol dengan sambal pedas terasi ataupun sambal tomat. Ditambah nasi panas dan ikan asin. Beuh mangap!

10. Urang Sunda Doyan Petai & Jengkol?

Untuk hal ini juga sangat subjektif, karena kembali lagi ke soal selera. Tapi sejauh yang penulis temukan, orang Sunda itu rata-rata doyan makan petai & jengkol. Yaitu makanan yang oleh banyak orang sangat tidak disukai karena baunya yang menyengat apalagi jika sudah di mulut.

Tapi oleh orang Sunda yang disebutkan sebelumnya suka makan lalapan, petai dan jengkol bisa jadi penambah cita rasa kenikmatan makanan yang disantap. Baca artikel kami tentang: makanan khas sunda

11. Tradisi makan berjamaah

Kebiasaan orang Sunda berikutnya juga masih terkait cara makan. Orang Sunda punya kebiasaan atau tradisi makan berjamaah dengan banyak orang, teman atau keluarga. Bukan cuma sekadar makan bersama di atas meja makan atau pakai nasi kotak, melainkan sambil lesehan dengan memakai alas makan tertentu. Yang paling terkenal adalah menggunakan alas daun pisang yang dilebarkan.

Terdapat beberapa nama / istilah berbeda untuk kegiatan makan bersama ini. Ada yang namanya botram, Bancakan dan juga Papahare atau Papadangan. Kesemuanya itu sama-sama kegiatan makan secara berjamaah ala orang Sunda. Apa yang membedakan di antara ketiganya? Berikut kami coba uraikan secara singkat.

a. Bancakan atau Babancakan

apa kebiasaan orang sunda

Bancakan merupakan kegiatan menyantap hidangan makanan yang diletakkan di atas wadah berupa nyiru. Makanannya diletakkan di atas nyiru dengan menggunakan alas daun pisang. Nasi yang dihidangkan biasanya nasi tumpeng atau nasi congcor dengan berbagai jenis lauk-pauk di sekelilingnya seperti sambal, lalapan, urab, dll. Cara memakannya yaitu tiap orang yang hadir mengambil makanan dari nyiru dan di makan di atas alas daun pisang.

Tradisi bancakan biasa dilakukan dalam rangka selametan, semisal tasyakuran ulang tahun. Sehingga sebelum menyantap makanan secara berjamaah, biasanya dilakukan pembacaan doa dulu sebelumnya. Jadi dalam hal ini, ada pihak yang menjadi tuan rumah atau pemilik hajat yang menyediakan makanan bancakan.

b. Botram

kebiasaan orang sunda yang masih berlaku di masyarakat

Botram atau ngabotram adalah kegiatan makan nasi bersama-sama secara lesehan menggunakan alas daun pisang yang dilebarkan sebagai tempat nasi dan lauknya. Untuk tempat makannya lebih fleksibel dan dapat dilakukan di sembarang tempat. Bisa di teras rumah, saung atau pematang sawah ataupun taman.

Berbeda dengan bancakan, tradisi botram dilakukan secara gotong royong dalam penyediaan santapannya. Jadi setiap orang membawa nasi plus lauk-pauknya untuk kemudian dijadikan satu dan dimakan bersama. Sajian hidangannya biasa berupa nasi liwet, lalapan, ikan asin, sambal, petai, jengkol dan juga kerupuk.

c. Papahare (Papadangan)

apa saja kebiasaan orang sunda
kompas.com

Berikutnya yaitu ada Papahare atau Papadangan yang cukup melekat di kalangan masyarakat Sunda pedesaan. Makna dari papahare juga kurang lebih sama dengan  botram. Yaitu kegiatan makan secara berjamaah di satu tempat yang direncanakan (bukan di restoran). Dan setiap orang membawa makanannya sendiri-sendiri dari rumah. Kemudian bisa disantap bersama dan saling berbagi lauk dengan peserta lain. Beberapa lauk yang biasa ada seperti lalapan, ikan asin, ayam goreng, kerupuk, gorengan, sambal terasi dan lain-lainnya.

Bedanya dengan botram bisa dilihat dari alas makanannya. Pada tradisi papahare tidak harus memakai daun pisang, melainkan bisa pakai alat-alat makan pada umumnya. Yang penting adalah kebersamaan dan rasa saling berbagi yang tercipta.

12. Orang Sunda biasanya Bobotoh Persib

Orang Sunda yang menyukai Sepak Bola hampir bisa dipastikan ia pendukung Persib. Ya hal ini seperti sudah mengakar dan turun temurun, bahwa yang namanya orang Sunda dari kota manapun itu di Jawa Barat akan menjadikan Persib Bandung sebagai klub favoritnya.

Sudah tidak aneh lagi bahwa fanatisme sepakbola di Indonesia itu begitu besar, tak terkecuali di Jawa Barat yang mana hanya didominasi oleh satu klub saja, yaitu Persib. Artinya walau banyak kota di Jawa Barat dengan klub sepakbolanya masing-masing, tapi tetap saja Persib yang selalu jadi idola karena memang yang paling terlihat prestasinya.

Makanya, tidak heran jika Persib punya basis pendukung yang begitu banyak. Karena sebagian besar masyarakat Jawa Barat alias orang Sunda memusatkan dukungannya pada Persib.

Jadi inilah stereotype berikutnya yang melekat pada sisi karakter orang Sunda, jika suka sepakbola hampir pasti ia seorang pecinta Persib.


Under construction

***

Nah itulah barangkali uraian mengenai kebiasaan orang Sunda dan beberapa hal yang melekat dengan karakter Urang Sunda. Kamu yang berasal dari daerah Sunda, USA (Urang Sunda Asli) mungkin punya daftar kebiasaan lainnya yang belum tertulis di atas, silakan bisa kasih komentarnya di bawah ya. Atau kalau ada yang kurang sepakat dengan daftar di atas, juga boleh disampaikan, oke.

Adapun buat kamu yang bukan orang Sunda, semoga informasi ini bisa semakin menambah pengetahuan dan juga bisa makin mengeratkan hubungan dengan para orang Sunda.

Sekian dan terima kasih. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment