ankara escort çankaya escort ankara escort çankaya escort ankara rus escort çankaya escort istanbul rus escort eryaman escort ankara escort kızılay escort istanbul escort ankara escort istanbul rus Escort atasehir Escort beylikduzu Escort

Pengertian Bank | Fungsi, Tugas, Sejarah, dan Jenis Bank [Lengkap]

Ketika ditanya pengertian bank, yang kali pertama muncul di benak sebagian besar orang adalah tempat menabung. Namun, lembaga keuangan tersebut mempunyai peran dan fungsi lebih dari sekadar itu. Mau tahu lebih banyak tentang bank? Simak informasinya berikut ini.

Pengertian bank menurut para ahli

Definisi atau pengertian bank adalah, dan penjelsannya
pixabay.com

Sejumlah pakar mempunyai definisi bank yang beragam, yakni:

  • Menurut G.M. Verryn Stuart, bank adalah badan usaha untuk memuaskan keperluan orang lain (nasabah) dengan memberi kredit berwujud uang yang diterima dari orang lain, meski dengan cara menambah uang baru (dalam bentuk kertas atau logam);
  • Lalu, berdasarkan B.N. Ajuha, bank merupakan tempat menyalurkan modal dari pihak yang tidak bisa memanfaatkannya secara menguntungkan kepada pihak yang mampu membuatnya jadi lebih produktif dan berfaedah bagi masyarakat;
  • Kemudian, Pierson menyatakan bahwa bank adalah badan usaha yang menerima kredit, tetapi tak memberikan kredit. Pengertian bank di sini, justru bersifat pasif dalam urusan operasional. Sebab hanya menerima titipan uang saja.

Pengertian bank menurut UU No 10 tahun 1998

Berikut adalah pengertian bank dalam undang-undang yang yang telah diatur di Indonesi. Definisi bank adalah badan atau lembaga usaha yang mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan. Untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat dalam kredit maupun bentuk lainnya sebagai wujud peningkatan taraf hidup rakyat banyak.

Fungsi bank

Setidaknya, ada tiga fungsi bank secara spesifik (Sigit Triandaru dan Totok Budi Santoso, 2006: 9), di antaranya:

1. Agent of Trust

Sebagai lembaga kepercayaan (agent of trust), bank memegang fungsi financial intermediary. Yakni menghimpun uang dari masyarakat yang kelebihan dana (penyimpan dana/kreditur) dan menyalurkan kepada pihak yang membutuhkan (peminjam dana/debitur).

Fungsi tersebut dapat berjalan bila ada unsur kepercayaan atau trust dari pihak-pihak yang terlibat. Sehingga bila sudah ada unsur tersebut, masyarakat tidak akan ragu untuk menyimpan uangnya di Bank.

Kemudian setelahnya uang yang disimpan masyarakat akan diputar dan disalurkan oleh Bank kepada para debitur (peminjam dana). Terntunya juga dengan berlandaskan unsur kepercayaan.

2. Agent of Development

Pada dasarnya, sektor riil dan moneter tidak dapat dipisahkan dari kegiatan perekonomian yang ada di tengah kehidupan masyarakat. Pasalnya, kedua sektor ini berinteraksi untuk saling mempengaruhi satu sama lain.

Sektor riil tak akan bekerja maksimal kalau sektor moneter melakukan hal yang sama. Bank yang berperan sebagai penghimpun dan penyalur dana pun dibutuhkan untuk melancarkan kegiatan tersebut.

Dalam hal ini, pengertian bank meluas jadi tempat pembangunan perekonomian masyarakat yang meliputi produksi, konsumsi, distribusi, hingga investasi.

3. Agent of Services

Fungsi ketiga bank berkaitan dengan pelayanan. Lembaga ini menyediakan berbagai layanan jasa selain penghimpun maupun penyalur dana untuk menunjang kehidupan perekonomian masyarakat. Antara lain transfer uang melalui teller atau ATM, letter of credit, inkasi, automated teller machine, money marker, capital market, dan lain sebagainya.

Dengan teknologi yang semakin canggih, bank pun mengandalkan sistem yang lebih mutakhir. Contohnya seperti online banking dan menyediakan aplikasi pelayanan yang dapat Anda unduh di ponsel pintar demi meningkatkan kepuasan nasabah maupun klien lainnya.

Sejarah bank di Dunia

Bank mempunyai catatan sejarah yang cukup panjang. Lembaga keuangan ini sudah eksis sejak zaman Babylonia, Yunani kuno, hingga Romawi. Seiring berjalannya waktu, bank mengalami perkembangan di daratan Eropa. Pada 1171, misalnya, ada Bank Venesia dan menyusul Bank of Barcelona serta Bank of Genos pada 1320.

Sementara perbankan di Indonesia tumbuh di bawah penjajahan Belanda. Badan usaha ini kali pertama berdiri di Batavia (sekarang Jakarta), 10 Oktober 1823 dengan nama De Javashe Bank. Disusul dengan bank-bank yang dikelola pihak swasta seperti Rotterdamsche Bank, Escomto, Nederland Handelsbank, dan Internatio.

Lantas pada 1896, lahirlah Bank Penolong dan Tabungan atau Hulp en Spaar Bank oleh R. Aria Wirya Atmaja yang bertujuan membantu anggotanya dari ancaman tengkulak dan rentenir.

Bank asuhan Wirya Atmaja inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Bank Indonesia pada 1951. Pasca kemerdekaan, perbankan Indonesia pun mengalami perubahan sekaligus perkembangan yang tentunya mengikuti pengertian bank di zaman modern. Berikut daftarnya:

  • Bank Negara Indonesia yang berdiri pada 5 Juli 1946 yang kemudian berubah jadi BNI 1946;
  • Bank Rakyat Indonesia atau BRI yang berdiri pada 22 Februari 1946. BRI berasal dari De Algemene Volkcrediet Bank (zaman Belanda) atau Syomin Ginko (pendudukan Jepang);
  • Bank Surakarta MAI (Maskapai Adil Makmur) yang berdiri pada 1945 di Solo;
  • Bank Indonesia yang berdiri di Palembang pada 1946;
  • Bank Dagang Nasional Indonesia yang berdiri pada 1946 di Medan;
  • Indonesia Banking Corporation (berubah menjadi Bank Amerta) yang berdiri pada 1956 di Yogyakarta;
  • NV Nank Sulawesi yang berdiri pada 1946 di Manado;
  • Bank Dagang Indonesia NV yang berdiri pada 1949 di Banjarmasin.

Jenis-jenis bank yang perlu diketahui

Berdasarkan fungsi, bank dibagi menjadi empat jenis, antara lain:

  1. Bank sentral, yakni bank yang bertugas menerbitkan uang kertas dan logam sebagai alat pembayaran sah di sebuah negara dan mempertahankan konversinya terhadap logam mulia;
  2. Bank umum, adalah bank yang punya kemampuan dalam urusan meminjamkan uang, investasikan tabungan nasabah, memberi pinjaman, sampai dengan membuat uang giral sendiri;
  3. Bank perkreditan rakyat, yakni bank yang bekerja secara konvensional maupun syariah yang dalam kegiatannya tidak menyediakan jasa dalam lalu lintas pembayaran;
  4. Bank syariah, yakni bank yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil atau sesuai kaidah yang telah ditetapkan ajaran Islam terkait hukum riba.

Nah itulah tadi informasi lengkap terkait pengertian bank, tugas, fungsi dan jenis-jenis bank yang ada di Indoneisa. Semoga artikel tentang Bank ini bisa membantu dan menambah khasanah pengetahuan sobat semuanya. Sekian dan terima kasih. Sampai jumpa di artike inspirilo berikutnya.

Leave a Comment