Perjalanan Menuju Pesantren Sintesa – Sebuah Kisah Penuh kesan

Perjalanan menuju Pesantren Sintesa – Assalamualaikum sobat Inspirilo, di postingan sebelumnya saya telah menulis tentang Pesantren Sintesa. Dari awal mula perkenalan via Facebook, hingga memutuskan mendaftar. Dan Alhamdulillah kini telah diterima jadi salah satu santri Sintesa Angkatan 6.

Dan di artikel kali ini saya mau menceritakan kembali hal terkait Sintesa. Lebih spesifiknya, yakni tentang perjalanan menuju Pesantren Sintesa yang terletak di Magetan, Jawa Timur. Adapun saya sendiri berasal dari kota Garut, Jawa Barat.

Boleh dibilang, ini adalah pengalaman pertama pergi ke daerah Jawa. Dan sekalinya pergi, untuk tujuan mondok hingga 1 tahun ke depan. Ya, program di Pondok Pesantren Sintesa memang hanya untuk 1 tahun.

Oke, tanpa perlu bertele-tele, berikut adalah cerita selengkapnya.

Perjalanan menuju Pesantren Sintesa – Persiapan pemberangkatan

packing, persiapan pemberangkatan ke sintesa, menuju pesantren sintesa

panduwisata.id

Setelah mendapat kepastian bahwa saya diterima sebagai salah satu calon santri Sintesa, sayapun langsung mempersiapkan segelanya. Berbagai keperluan, dari mulai pakaian, berkas-berkas, laptop dan kawan-kawannya semuanya saya persiapkan.

Alhamdulillah sebagian besar barang yang disyaratkan untuk dibawa sudah saya miliki. Jadi tidak perlu beli-beli lagi. Kecuali hanya beberapa saja, seperti alat mandi dan segitiga pengaman.. hehe

Tak lupa juga saya persiapkan surat izin orang tua sebagai salah satu syarat. Untuk kemudian ditandatangani oleh ibu.

Alhamdulillah, untuk urusan persiapan pemberangkatan ini hampir tidak ada halangan berarti. Semuanya Allah lancarkan.

Mencari informasi tentang rute perjalanan

rute perjalana garut ke madiun, garut madiun, garu-madiun

Seperti saya sebutkan di atas, bahwa ini adalah pengalaman pertama saya untuk pergi merantau ke daerah Jawa Timur. Sebelumnya paling jauh ya ke Bekasi sewaktu kerja dulu.

Eh, Bekasi juga jauh sih ya.. dinsinyalir lebih jauh dari semua kota yang ada di dunia.. hehe

Oleh karenanya, sayapun  sempatkan cari tahu rute perjalanan yang akan dilewati. Seperti biasa, mbah Google siap memberikan infonya.

Waktu itu cara satu-satunya yang terpikir untuk sampai ke Magetan adalah menggunakan kereta api. Ya kereta jadi pilihan bijak. Karena selain waktu perjalanannya cepat, hanya sekitar sehari, biayanya juga murah, apalagi kalau yang ekonomi.

Ya sudah lah, saya cari informasi terkait rute perjalanan kereta dari Garut menuju Magetan, lokasi di mana Pesantren Sintesa berada.

Saya cuma mau tahu berapa lama pastinya waktu perjalanan yang diperlukan dengan menggunakan kereta.

Info yang saya butuhkan pun seketika muncul. Estimasi waktu yang diperlukan untuk sampai Magetan adalah sekitar 11 jam. Alhamdulillah masih bisa dijangkau kurang dari sehari.

Gagal berangkat bersama teman

Sebenarnya sebelumnya saya ada rencana untuk berangkat bersama salah seorang calon santri lain yang juga berasal dari Garut. Namanya Rifki, tempat tinggalnya di Kawasan Bungbulang, Garut Selatan. Jadi memang agak jauh dari lokasi rumah saya yang terletak di utara.

Namun kemudian rencana tersebut batal. Karena kemudian Rifki memutuskan untuk berangkat duluan bersama keluarganya.

Jadi praktislah saya harus berangkat sendirian ke Magetan. Ya sudah tidak apa-apa, pikir saya. Saya tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut. Sendirianpun tidak masalah, wong tinggal naik di stasiun turun juga di stasiun.. hehe.

Waktu itu tanggal 15 Agustus 2017, tepat dua hari setelah saya mendapat pengumuman kepastian diterima di Sintesa. Namun saya belum membeli tiket kereta yang dibutuhkan. Dan saya sudah harus sampai di Sintesa maksimal tanggal 20 Agustus.

Maunya saya berangkat sesegera mungkin, dua atau tiga hari sebelum tanggal 20. Supaya tidak terlalu capek dan ada waktu buat istirahat sebelum memulai kegiatan di Sintesa.

Tapi atas beberapa pertimbangan, juga karena saran dari orang tua, sayapun memutuskan untuk berangkat tanggal 19 Agustus. Tepat satu hari sebelum tanggal maksimal.

Ya sudah kalo begitu. Tidak apa-apa berangkat mepet waktu juga, karena InsyaAllah masih sempat untuk sampai tepat waktu di Magetan. Pikir saya begitu.

Hal yang saya perlu lakukan hanyalah memesan tiket kereta api untuk perjalanan ke Magetan tanggal 19 Agustus.

Booking tiket kereta api via BebasBayar

perjalanan menuju pesantren sintesa

railway.web.id

Sebelumnya saya juga tidak pernah memesan/membeli tiket kereta api untuk tujuan ke manapun. Jadi belum ada pengalaman. Ya Alhamdulillah karena Sintesa, jadi bisa kesampaian naik kereta lintas provinsi. hehe.. Agak norak memang.

Sayapun mencari tahu informasi terkait cara memesan tiket kereta api secara online. Setelah Googling ke sana-kemari, baru sadar kalau saya punya aplikasi yang bisa membantu. Membantu untuk menyediakan yang saya butuhkan, yakni tiket kereta api. Aplikasinya yakni bernama BebasBayar.

Aplikasi tersebut memang memiliki fitur lengkap untuk urusan pembayaran. Intinya bayar apa saja bisa pakai aplikasi yang saya download secara gratis ini. Mulai dari pulsa, token listrik, bayar BPJS dan segudang jenis pembayaran lainnya.

Saya sendiri cuma baru menggunakan fitur pembelian pulsa dan token PLN menggunakan layanan aplikasi ini. Karena harganya terhitung lebih murah dibandingkan dengan beli di konter.

Untuk menu pembelian tiket kereta api sendiri, belum pernah saya coba sebelumnya.

Dan inilah saatnya untuk mencoba fitur tersebut. Ternyata prosesnya sangat cepat dan mudah.

[ Video ] Cara memesan kode booking tiket kereta api

Saya cuma perlu masuk ke menu utama. Pilih menu pembelian tiket kereta. Lalu pilih stasiun asal juga stasiun tujuan. Isi data identitas, kemudian pilih gerbong dan kursi yang diinginkan. Dan terakhir tinggal bayar menggunakan saldo yang sudah dideposit sebelumnya ke akun BebasBayarnya.

Perihal stasiun tujuan, belakangan setelah cari info saya tahu bahwa untuk sampai ke Magetan itu harus melalui Stasiun Madiun. Jadi tidak bisa langsung. Setelah sampai Madiun, barulah naik angkutan lagi untuk bisa sampai Magetan.

Jadi waktu itu saya pilih stasiun tujuannya yaitu Madiun. Dan stasiun asal, yakni Stasiun Leles Garut.

Alhamdulillah setelah dicek untuk tanggal 19 Agustus, jumlah kursi masih tersisa banyak dan bisa saya pilih sesuka hati.

Saya pilih kereta kelas Ekonomi Pasundan. Karena memang hanya kereta itulah yang kursinya masih tersedia waktu itu. Waktu pemberangkatannya juga pas, yakni pagi hari jam 7 dengan estimasi sampai Madiun yakni jam 18.00.

Alhamdulillah proses pemesanan kode booking tiket kereta nya  lancar tanpa ada halangan. Adapun untuk harga tiketnya sendiri yakni 94 ribu + biaya admin sebesar 7.500 jadi total yang harus saya bayarkan adalah 101.500.

Berikut adalah video tentang cara saya memesan kode booking tiket kereta via aplikasi BebasBayar yang saya lakukan. Kebetulan waktu itu saya sempatkan untuk Screen Recording / merekamnya. Boleh ditonton, silakan.

Setelah mendapat nomor kode booking, selanjutnya saya harus menukarkannya dengan tiket asli di stasiun pemberangkatan. Dan itu saya lakukan keesokan harinya di Stasiun Leles. Prosesnya juga lancar.

Jadi saya Cuma tinggal menunggu waktu pemberangkatan, yakni tanggal 19 Agustus.

Perjalanan menuju Pesantren Sintesa – Pertama kalinya naik kereta api lintas provinsi

perjalanan menuju pesantren sintesa, suasana dalam kereta

Singkat cerita, tanggal pemberangkatan pun tiba. Sedari sebelum shubuh saya sudah persiapkan segala macam barang bawaan. Saya baru sadar barang bawaannya ternyata banyak juga. Ada satu tas jinjing besar berisi pakaian, dan satu tas ransel berisi berbagai macam keperluan pribadi.

Kereta yang akan saya naiki dijadwalkan akan sampai di Stasiun Leles pada pukul 6.45 pagi. Jadi sebelum waktu tersebut, saya sudah harus ada di Stasiun. Dan sekali lagi, semua Alhamdulillah dilancarkan. Saya bisa sampai di Stasiun Leles sekitar 20 menit sebelum jadwal pemberangkatan.

Saat itu, Ibu dan kakak perempuan saya beserta suaminya (kakak ipar saya) turut mengantar saya hingga ke Stasiun.

Dan setelah menunggu beberapa saat, kereta yang dimaksudpun nampak datang.

Dengan mengucap basmallah, saya pun menaiki gerbong dan menempati nomor kursi seseuai dengan yang tertera di tiket. Ibu dan kakak ipar sempat ikut menemani saya sampai di kursi. Sembari ikut membantu mengangkat barang bawaan. Ibu ingin sekadar memastikan kalau saya sudah benar-benar dapat tempat duduk.

Dalam kereta yang masih berhenti, sayapun pamit ke Ibu sembari meminta doa untuk kelancaran dan keselamatan. Maklum ini perjalanan kereta pertama saya untuk jarak lumayan jauh untuk ukuran perjalanan darat.

Dan nampaknya kereta sudah akan bergerak, ibu dan kakak sayapun keluar dari gerbong – dengan sebelumnya memberikan nasihat-nasihat. kamipun berpisah. huhu

Perjalanan menuju Pesantren Sintesa – Salat Ashar dan Dzuhur di dalam kereta

salat di dalam kereta, perjalanan menuju pesantren sintesa

ahmedfikreatif.blogspot.com

Perjalanan menuju Pesantren Sintesa – Singkat cerita, keretapun mulai bergerak maju di jalur pacunya. Saya tengok sedikit ke jendela menoleh ke belakang. Ibu dan kakak saya tampak makin mengecil seiring bergeraknya kereta.

Stasiun demi stasiun pun dilewati. Kereta bergerak dengan cepatnya.

Secara keseluruhan, saya merasa tidak ada yang spesial dari perjalanan kereta tersebut. Sama saja dengan perjalanan darat yang biasa saya lakukan sebelumnya.

Namun ada satu hal yang baru pertama kali saya alami. Adalah ketika saya tersadar bahwa perjalanan yang saya lakukan akan setidaknya melewati 2 waktu salat sekaligus, Dzuhur dan Ashar. Karena secara estimasi, kereta baru akan sampai di Madiun pada saat maghrib.

Tadinya saya berpikir untuk turun di stasiun tertentu bila sudah masuk waktu salat, saat kereta sedang transit. Namun nampaknya waktunya tidak akan cukup. Kereta berhenti juga hanya sebentar. Kalau saya paksakan, bisa-bisa baru takbiratul ihram, kereta sudah pergi duluan. Kan gak lucu ditinggalin.

Jujur saya belum tahu tentang bagaimana hukum dan tatacara melakkan salat di dalam kereta / kendaraan yang bergerak. Namun Alhamdulillah saya menemukan jawabannya setelah browsing di salah satu website Konsultasi Syariah yang membahas tentang tatacara salat di dalam kereta.

Sayapun coba mengikuti langkah-langkah yang tertulis di situ. Tepat setelah masuk waktu ashar, saya salat dan sekaligus menjamak salat dzuhur. Ya sebelumnya saya memang niatkan untuk jama shalat dzuhurnya di waktu ashar. Untuk wudhunya sendiri, Alhamdulillah di WC dekat Bordes airnya cukup deras menglir dan bisa saya pakai untuk wudhu.

Nah itulah pengalaman pertama saya salat dalam kereta. Selebihnya yang saya lakukan di kereta tidak lebih dari main HP, makan bekal yang disiapkan ibu, dan tidur.. hehe. 

Overall, perjalanan kereta kelas ekonomi ternyata lumayan nyaman dan tidak seburuk yang saya bayangkan sebelumnya.

Sampai di Stasiun Madiun setelah 11 jam perjalanan

stasiun madiun, perjalanan menuju pesantren sintesa

youtube.com

Entah berapa banyak stasiun yang telah dilewati. Saya tidak sempat untuk menghitungnya. Hehe.

Akhirnya, sorepun menjelang. Saya cek jam sudah jam 5 lebih, dan sudah masuk Jawa Timur. Itu artinya sebentar lagi kereta akan sampai di Madiun. Saya sempatkan cek GPS Google Maps juga memang sudah sangat dekat menuju Madiun.

Dan seperti telah diperkirakan sebelumnya, kereta pun sampai di Madiun sekitar pukul 17.30.

Saya bergegas keluar kereta dengan barang bawaan yang lumayan berat.

Stasiun Madiun rupanya cukup luas, dan perlu waktu cukup lama bagi saya untuk sekadar menemukan pintu keluar stasiun. Selain cukup jauh dari tempat gerbong saya berhenti, juga barang bawaan yang banyak menjadikan saya tidak bisa berjalan cepat-cepat.

Tapi akhirnya ketemu juga pintu keluarnya. Alhamdulillah.

Sampai di Sintesa saat maghrib

perjalanan menuju pesantren sintesa, belajar SEO, Ibrahim Vatih, Internet Marketing, Pesantren Sintesa, Revorma, Sintesa Magetan, sintea.net, vatih.com, santri sintesa, logo sintesa

Perjalanan menuju Pesantren Sintesa – Tujuan selanjutnya setelah sampai di stasiun Madiun tentunya ke Magetan, lokasi Pesantren Sintesa.

Tepat di depan pintu keluar stasiun, banyak sekali bapak-bapak yang menawarkan angkutan / taksi. Tadinya saya mau pesan taksi atau ojek online saat itu.

Tapi karena ingin segera sampai dan tidak sempat pula melakukan order, sayapun menerima tawaran dari salah seorang bapak di situ. Walaupun dengan tarif yang lumayan mahal.

Ya waktu itu ia menyebutkan untuk ongkosnya yakni Rp. 100 ribu. Padahal jarak yang hendak ditempuh dari Stasiun Madiun ke Daerah Gorang Gareng, Magetan itu tidak lebih dari 20 km. Yang kalau ditempuh dengan ojek online atau taksi online itu tarifnya tidak sampai 50 ribu.

Tapi ya itu tadi, karena mau segera sampai, sayapun iyakan tanpa banyak tawar-tawar. Sebagai formalitas saja, saya cuma bilang, “mahal amat, Pak ongkosnya”. Si bapaknya cuma menimpali dengan simpelnya, “iya dek biasa segitu kok standarnya. Ayo naek aja”.

Ya kemudian, dengan mengendarai taksi mobil Avanza, sayapun menuju lokasi.

Jalan dari Stasiun Madiun menuju Gorang Gareng, Magetan terlihat begitu sepi. Sama sekali tidak ada kemacetan, sekalipun waktu itu merupakan akhir pekan. Berbeda sekali dengan yang biasa saya temui di kota-kota lain, akhir pekan itu pasti ramai.

Alhasil, tidak sampai setengah jam, kamipun (saya dan pak supir) sampai di lokasi Pesantren Sintesa. Pak supir tersebut rupanya cukup familiar dengan lokasinya. Karena sudah sering juga sebelumnya mengantarkan calon santri Sintesa seperti saya.

Malam pertama di Sintesa

perjalanan menuju pesantren sintesa

Perjalanan menuju Pesantren Sintesa – Untuk pertama kalinya saya menjejakkan kaki di Sintesa. Sebuah tempat yang saya idamkan untuk belajar Quran dan bisnis online nantinya. Alhamdulillah sesampainya di sana saya disambut oleh para senior yang baik-baik hati. Sayapun bergegas salat maghrib mumpung masih ada waktu, mandi dan beres-beres lainnya.

Tampak juga waktu itu sudah ada Rifki, calon santri asal Garut juga yang saya ceritakan di awal. Ia salah satu santri yang datang paling awal ke Sintesa. Kami juga baru saling kenal di situ. Karena kendati berasal dari kota yang sama, tapi belum pernah kenal sebelumnya.

Malam itu, sebelum tidur juga kami disajikan pertandingan bola voli yang mempertemukan tim Sintesa dengan tim dari RT sebelah. Pertandingan tersebut juga digelar dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 72.

Pertandingan berlangsung seru dan berakhir dengan kemenangan tim Sintesa. Tim Voli Sintesa memang dikenal cukup sukar untuk dikalahkan rupanya.

***

Malam Minggu tanggal 19 Agustus 2017 menjadi malam pertama saya di Sintesa. Saya bersyukur bisa datang dengan selamat sentosa di Sintesa. Bersyukur pula bisa digabungkan dengan para pemuda sholeh lagi rajin nan tampan dari berbagai kota di Indonesia. Semuanya berkat Sintesa.

Mudah-mudahan ini jadi awal yang baik. Bismillah, saya ucapkan. Semoga Sintesa jadi jalan kebermanfaatan bagi kami para santri dan keluarga nantinya. Aamiin.

Penutup

Nah itulah sekilas pengalaman berkesan tentang perjalanan menuju Pesantren Sintesa yang saya alami. Adapun saat artikel ini ditulis, sudah hampir sebulan saya menjalani kegiatan di Sintesa.

Lingkungan di sini, seperti saya perkirakan sebelumnya sangatlah mendukung. Baik itu untuk urusan ibadah dan juga pembelajaran internet marketingnya.

Jadi cukuplah saya dibuatnya betah berada di tempat seperti ini. Seperti dijerumuskan dalam jurang kenikmatan. Terlebih ditemani dengan teman-teman baru yang luar biasa kerajinan dan ibadahnya. Semakin menambah semangat belajar tentunya.

Baik, sekian saja barangkali artikel ini. Walaupun isinya hanya sharing pengalaman, saya harap bisa bermanfaat bagi sobat yang membacanya.

Sekian dan terima kasih.

Salam.

Baca juga : Pengalaman menghadiri acara OUN (ODOJ Untuk Negeri) di Masjid Istiqlal

1 thought on “Perjalanan Menuju Pesantren Sintesa – Sebuah Kisah Penuh kesan”

Leave a Comment