Belajar Aksara Sunda Lengkap | Sejarah, Rarangken + Contoh Kalimat Aksara Sunda dan Artinya

Aksara Sunda adalah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga, terlebih bagi warga masyarakat Tatar Sunda sendiri. Kita yang hidup di zaman modern nampaknya tidak akan kepikiran bagaimana bisa para leluhur  menciptakan sebuah aksara khusus untuk berkomunikasi.

Jadi tak berlebihan nampaknya kita, khususnya orang Sunda menganggapnya sebagai warisan yang harus senantiasa dijaga.

Namun pada kenyataannya sekarang ini kita ketahui, Aksara Sunda barangkali seperti merupakan hal asing. Terlebih lagi bagi para generasi muda. Kebanyakan mungkin tidak atau belum mengenal tentang Aksara Sunda itu sendiri.

Atau sekalipun ada yang tahu, tapi tidak mempelajarinya, karena merasa tidak perlu. Atau bisa juga karena beralasan ‘sulit’ dalam mempelajari Aksara Sunda tersebut. Padahal, Aksara Sunda sangat mudah untuk dipelajari, tanpa guru sekalipun.

Terlebih bagi orang Sunda yang sehari-harinya memang menggunakan Bahasa Sunda sebagai alat komunikasi. Percayalah! Mempelajari Aksara Sunda lebih mudah ketimbang mempelajari Hiragana. 🙂

Maka atas dasar hal di atas, kali ini Inspirilo akan mengangkat tema tentang Aksara Sunda secara lengkap. Mulai dari pengertian Aksara Sunda, cara penulisan, rarangken dan contoh kalimat.

Oke baik mari kita mulai pembahasan mengenai warisan budaya Sunda yang agung ini, Aksara Sunda.

Pengertian Aksara Sunda

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara
wikipedia.org

Secara harfiah, Aksara Sunda adalah aksara atau huruf yang dipakai dalam menuliskan kata dalam bahasa Sunda. Kaidah penulisan Aksara Sunda sama dengan Aksara Jawa. Diawali dengan huruf ha dan diakhiri dengan huruf nga.

Lebih lanjut mengenai huruf dan kaidah /cara penulisan, akan dijelaskan di bawah.

Sebenarnya kita perlu mengetahui bahwa setidaknya ada 4 jenis Huruf Sunda. Keempat tersebut antara lain: Aksara Sunda Kuno, Aksara Sunda Pegon, Cacarakan dan  Baku.

Namun dalam pembahasan kita kali ini akan lebih fokus pada Aksara Sunda Baku yang merupakan hasil modifikasi dari pada Aksara Sunda Kuno.

Bentuk dari masing-masing hurufnya telah disesuaikan agar bisa dipakai menuliskan kata-kata Bahasa Sunda modern/kontemporer. Namun secara umum bentuk tulisannya tetap berpedoman pada Aksara Sunda Kuno.

Huruf Sunda Baku tersebut untuk kemudian kita kenal pada sekarang ini dengan istilah “Aksara Sunda Kaganga”.

Belajar Aksara Sunda Kaganga (Aksara Buhun)

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

Nama Huruf Sunda yang akan kita pelajari sekarang adalah jenis Kaganga. Atau kerap disebut juga sebagai Aksara Sunda buhun.

Aksara jenis ini terdiri dari sebanyak 32 (tiga puluh dua ) huruf. Yang dibagi menjadi dua bagian utama, antara lain:

  1. 7 bunyi vocal mandiri (Aksara Swara)
  2. 25 huruf mati (konsonan), yang disebut Aksara Sunda Ngalagena.

Untuk itu, mari kita bahas satu persatu.

1. Aksara Sunda Swara (Vokal Mandiri)

Berbeda dengan huruf vokal pada bahasa Indonesia atau latin yang hanya memiliki 5 vokal. Di bahasa Sunda sendiri terdiri dari 7 huruf vocal. Selain a, i, u, e, dan o, juga ada tambahan é dan eu.

Bagi orang Sunda barangkali sudah terbiasa dengan vocal é dan eu seperti itu. Tapi buat selain orang Sunda, nampaknya perlu sedikit penyesuaian dan belajar lebih untuk bisa membedakan é dan eu dengan e biasa.

Sebagai gambaran perbedaan antara é dan e adalah:

  • é : bunyinya seperti e pada kata ‘Lele’
  • e : bunyinya seperti e pada kata ‘Lemak’
  • eu: digunakan pada kata-kata yang memang secara kaidah pengucapannya mengharuskan memakai penekanan yang kuat. Bunyinya bersumber dari tenggorokan. Agak susah sih kalau dijelaskan dalam bahasa Indonesia 🙂 . Contohnya seperti kata : Peuyeum, tidak boleh dibaca ‘Peyem’. Karena artinya juga akan beda, bahkan mungkin jadi tak berarti.

Berikut adalah tampilan gambar Aksara Swara (huruf vokal mandiri).

pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

Huruf hidup / vokal di atas digunakan jika berdiri sendiri, tanpa ada campuran konsonan sebelumnya. Misal huruf A pada kata “akur”, huruf “I” pada kata “Irung” dan sebagainya. Bisa juga di tengah kata seperti huruf “a” pada kata “Diare”. Dan di akhir kata seperi misalnya bunyi ‘u’ pada kata bau.

Lebih lengkapnya bisa lihat gambar di bawah ini.

Contoh penerapan Aksara Swara dalam kata-kata Sunda. Masing-masing di tiga posisi penempatan, awal, tengah dan akhir.

  • a. Aksara Swara (Vocal Mandiri) huruf/bunyi a

aksara sunda swara, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap,

  • b. Aksara Swara (Vocal Mandiri) huruf/bunyi i

aksara sunda swara, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap,

  • c. Aksara Swara (Vocal Mandiri) huruf/bunyi u

aksara sunda swara, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap,

  • d. Aksara Swara (Vocal Mandiri) huruf/bunyi é

aksara sunda swara, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap,

  • e. Aksara Swara (Vocal Mandiri)huruf/bunyi e

aksara sunda swara, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap,

  • 6. Aksara Swara (Vocal Mandiri) Huruf eu

aksara sunda swara, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap,

  • f. Aksara Swara (Vocal Mandiri) Huruf o

aksara sunda swara, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap,

2. Aksara Sunda Ngalagena

Dan untuk huruf mati / konsonannya yang berjumlah total 25 huruf itu masuk dalam pembahsan Ngalagena di bawah ini.

Telah kita ketahui bahwa dalam kaidah Aksara Sunda Kaganga ini dibaca dan ditulis per-suku kata. Dan dalam penerapannya, kita akan mengenal istilah Aksara Ngalagena.

Ngalagena ini merupakan elemen konsonan atau huruf mati dalam Sunda. Dan tiap huruf Aksara Ngalagena pada hakikatnya berbunyi ‘a’. Contohnya ga, ba, ca, da, pa, dan seterusnya.

aksara sunda ngalagena, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap,

Aksara Ngalagena terdiri dari 18 huruf untuk bunyi utama (bahasa Sunda asli). Ditambah dengan 7 bunyi serapan dari bahasa asing. Seperti va, fa, xa dll. Berikut adalah tampilannya.

pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

Seperti kita tahu, dalam bahasa Sunda sendiri hampir tidak pernah ditemukan kata yang mengandung huruf f atau v atau x. Sehingga banyak juga yang bilang kalau orang Sunda itu tidak bisa bilang fitnah. Padahal itu semua pitnah..wwkw (apa coba). Lanjut.

3. Rarangkén Aksara Sunda dan jens-jenisnya

Adapun bunyi dasar ‘a’ pada setiap konsonan itu bisa berubah menjadi bunyi lain i,u, é,e,eu, dan o/ dengan bantuan Rarangken. Misal dari huruf ka menjadi ke, ko atau ki, dll.

Nah apa itu Rarangken? Rarangken dalam bahasa Indonesia berarti sejenis sisipan. Penulisan yang benar adalah (Rarangkén). Huruf é dibaca seperti pada kata ‘lele’.

Jadi tentu fungsi Rarangken ini sangatlah penting untuk membentuk sebuah kata dengan huruf Sunda yang sempurna. Karena jika tanpa Rarangken ini, pasti semua kata memiliki bunyi ‘a’ semua. Hehe.

Dalam Aksara Sunda Kaganga ini ada setidaknya 14 jenis Rarangken / sisipan untuk membentuk sebuah kata. 13 Rarangken tersebut terbagi dalam 3 kategori berdasarkan letak penulisannya dalam huruf konsonan (Ngalagena). Antara lain.

a. Rarangken luhur –  terletak di atas huruf (5 jenis)

Rarangken Luhur ini terdiri dari 5 jenis yang kesemuanya dituliskan di atas huruf konsonan (ngalagena). Kelima Rarangken tersebut, antara lain:

  • Panghulu : Fungsinya yaitu untuk mengubah bunyi “a” menjadi bunyi “I”
  • Pamepet: berfungsi mengubah bunyi “a” menjadi bunyi “e”
  • Paneuleung : untuk mengubah bunyi “a” jadi “eu”
  • Panglayar: berfungsi untuk menjadikan/menambahkan bunyi “+r” di akhir kata. Contohnya dari “Ga” menjadi Gar
  • Panyecek: berfungsi untuk menambahkan bunyi “+ng” di akhir kata. Contoh dari “ka” menjadi “kang”

Untuk keterangan lebih lanjut dan cara penulisan Rarangken luhur (atas huruf) ini bisa lihat di gambar berikut ini.

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

b. Rarangkén handap –  terletak di bawah huruf (3 jenis)

Seperti namanya, handap yang berarti bawah, Rarangken ini dituliskan di bawah huruf konsonan (Ngalagena). Terdiri dari 3 jenis Rarangken Handap dengan fungsi berbeda-beda dalam mengubah bunyi huruf. Ketiga Rarangken tersebut, antara lain.

  • Panyuku: berfungsi untuk mengubah bunyi konsonan “a” menjadi “u”. Contohnya dari “ka” menjadi “ku” (lihat gambar)
  • Panyakra: berfungsi menambahkan sisipan “+r” di antara konsonan dan vokal. Contoh dari “Ka” menjadi “Kra”
  • Panyiku: berfungsi menambahkan bunyi sisipan “+l” di antara konsonan dan vokal. Contoh dari “ka” menjadi “kla”

Lebih detail mengenai cara penulisan dan contohnya, lihat gambar di bawah ini.

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

c. Rarangkén Sajajar – terletak sejajar dengan huruf (5 jenis).

Yang terakhir adalah Rarangken Sajajar (Sisipan Sejajar). Maksudnya cara penulisannya ditulis sejajar dengan huruf Konsonan. Ada yang ditulisa sebelah kiri huruf, dan ada juga yang ditulis sejajar sebelah kanan. Terdiri dari 5 jenis Rarangken sajajar dengan fungsi berbeda-beda. Berikut adalah nama-nama kelima Rarangken sajajar tersebut.

  • Panéléng: berfungsi untuk mengubah bunyi “a” menjadi bunyi “e’” (cara penulisan, lihat gambar)
  • Panolong: untuk mengubah bunyi “a” menjadi bunyi “o”
  • Pamingkal: menambahkan bunyi sisipan “+y” di antara konsonan dan vokal. Contoh dari “ka” menjadi “kya”
  • Pangwisad: berfungsi menambahkan bunyi “+h” di akhir kata/huruf. Contoh dari “ka” menjadi “kah”
  • Pamaéh atau Patén: berfungi membuat huruf konsonan menjadi bersifat mati (tanpa vokal). Dalam bahasa Arab, Rarangken Pamaéh ini serupa dengan sukun yang juga berfungsi mematikan huruf hijaiyah tanpa harakat. Contoh dari bunyi “ka” setelah diberi Rarangken Pamaéh menjadi “k” (huruf mati).

Lebih lanjut tentang cara penulisannya bisa lihat gambar di bawah ini.

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

4. Tentang Rarangkén Pamaéh dan Beberapa kesalahan dalam penerapannya

Di bagian ini kita akan membahas secara khusus tentang Tanda Pamaéh. Pamaéh ini termasuk dalam Rarangken sajajar (ditulis sejajar dengan huruf) yang turut memberikan fungsi penting dalam mengubah bunyi.

Sesuai dengan namanya ‘Pamaéh” berasal dari kata ‘paeh’ (mati). Fungsi utamanya adalah untuk mematikan huruf konsonan, sehingga jadi tidak memiliki bunyi. Contohnya dari ‘Ga’ setelah diberi Pamaéh, maka bunyinya menjadi ‘g’ saja.

Jadi untuk setiap huruf konsonan yang ingin dibuat ‘mati’ sifat bunyinya, maka bisa menambahkan Rarangken Pamaéh ini.

Namun ada beberapa bunyi huruf yang tidak tepat disandingkan dengan Rarangken Pamaéh ini untuk membentuk sifat ‘mati’. Karena jika diterapkan, Rarangken Pamaéh tidak akan berfungsi untuk mematikan konsonan yang sebenarnya mempunyai imbuhan/Rarangken tersendiri. Bingung bacanya? Sama..hehe. Langsung masuk ke contoh saja biar tidak bingung.

5. Tiga (3) kesalahan dalam penerapan Rarangken Pamaeh

Beberapa contoh kesalahan penerapan Rarangken Pamaéh pada kata-kata berikut.

  • DAHAR – Jika menggunakan kaidah Pamaéh, menjadi ‘Da-ha-ra’. Kemudian bunyi ‘ra’ dimatikan (diberi Rarangken Pamaéh) menjadi ‘r’. Sehingga hasil akhirnya menjadi ‘Da-ha-r’
  • PINUH – dirangkai menjadi ‘Pi-nu-ha’. ‘Ha’ nya dimatikan menjadi ‘Pi-nu-h’
  • APING – dirangkai menjadi ‘A-pi-nga’. Bunyi ‘Nga’ dimatikan sehingga menjadi ‘Ng’. Hasil akhir – ‘A-pi-ng’

Secara sekilas, memang seperti tidak ada salahnya. Bunyi akhir pada setiap kata di atas memang sudah seharusnya dibuat mati dengan bantuan Rarangken Pamaéh. Namun dalam hal ini, penggunaan Rarangken Pamaéh menjadi kurang pas.

Karena untuk membentuk bunyi ‘+r’, bunyi ‘+h’ dan bunyi ‘+ng’ tersebut sudah ada Rarangken khusus. Jadi bukan dengan mengubah bunyi konsonan RA, HA dan NGA menjadi mati untuk membentuk bunyi ‘+r’, ‘+h’ dan ‘+ng’. Melainkan  kita tambahkan Rarangken untuk membentuk bunyi tersebut.

Jadi akan lebih tepat jika kita menerapkan Rarangken tersebut untuk membentuk ketiga bunyi di atas. Masih ingat apa saja Rarangkennya? Oke untuk lebih memperjelas, berikut saya sajikan Rarangkennya juga lengkap dengan penjelasan dan contoh.

Dan berikut adalah penjelasannya:

1). Rarangken Panglayar untuk membentuk bunyi “+r”

Di bagian sebelumnya telah dihas, bahwa Rarangken panglayar ini berfungsi untuk menambahkan bunyi ‘+r’ di akhir kata. Ini tentu erat kaitannya dengan konsonan ‘RA’.

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

Jadi alih-alih mematikan menambahkan konsonan ‘RA’ dan mematikannya untuk membentuk bunyi ‘+r’. Maka yang lebih tepat adalah dengan menerapkan fungsi Rarangken panglayar.

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

Contohnya seperti kata DAHAR di atas. Jadi yang perlu dilakukan adalah menambahkan Rarangken panglayar setelah bunyi huruf konsonan ‘HA’. Sehingga bunyi akhirnya menjadi ‘har’.

Sebenarnya bisa saja menerapkan Rarangken Pamaéh pada bunyi ‘RA’ karena bunyi yang dihasilkan pun sama. Tapi tentunya akan dirasa kurang efektif dalam penulisan (lebih panjang). Dan secara aturan sudah ada yang lebih mewakili untuk membentuk bunyi ‘+r’ yaitu Rarangken panglayar.

Lihat contoh gambar di bawah ini. Dengan contoh kata ‘Cageur’

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

2). Rarangken Pangwisad untuk membentuk bunyi ‘+h’

Dalam bahasa Sunda maupun bahassa Indonesia kita sering menemukan dan memakai kata-kata dengan akhiran bunyi ‘+h’. Contohnya seperti ‘Atuh’, ‘butuh’, ‘buruh’ dan lain sebagainya.

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

Nah dalam Aksara Sunda terdapat kaidah aturan khusus untuk membentuk bunyi tersebut. Yaitu dengan menambahkan Rarangken Pangwisad. Rarangken tersebut berfungsi menambahkan bunyi ‘+h’ pada akhir bunyi huruf  (baik vokal maupun konsonan).

Tentan Rarangken Pamaéh sendiri, kaitannya adalah dengan konsonan ‘HA’. Kita bisa saja membentuk bunyi ‘+h’ dengan menambhkan konsonan ‘HA’ lalu membuatnya ‘mati’ dengan menambahkan Rarangken Pamaéh. Tapi sekali lagi, hal itu tidak efektif dan tidak sesuai kaidah.

Jadi untuk kata yang mengandung bunyi ‘+h’, maka yang harus dilakukan adalah menambahkan Rarangken pangwisad sejajar dengan huruf tersebut.

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

 

Berikut adalah salah satu contoh penerapan Rarangken Pangwisad dan perbandingannya dengan Konsonan HA yang diberi Rarangken Pamaéh.

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

3). Rarangken Panyecek untuk membentuk bunyi “+ng”

Rarangken Panyecek diterapkan untuk membentuk bunyi ‘+ng’ di akhir kata. Kaitan eratnya adalah dengan huruf konsonan ‘NGA’.

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

Jadi saat menemukan kata yang memiliki bunyi ‘+ng’, maka yang harus dilakukan adalah menambahkan Rarangken Panyecek tepat di atas hurufnya. Misal dari ‘Ma’ setelah diberi Rarangken panyecek menjadi ‘Mang’.

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

Kesalahan yang sering terjadi adalah menambahkan konsonan ‘Nga’, kemudian mematikannya dengan Rarangken Pamaéh sehingga tercipta bunyi ‘+ng’. Tapi ya kembali lagi, penulisan seperti itu dinilai kurang efektif dan pas.

Dan secara aturan memang sudah ada kaidah yang mengatur secara khusus dalam membentuk bunyi ‘+ng’ tersebut. Yaitu Rarangken Panyecek yang termasuk raranken luhur (atas).

Lebih jelasnya bisa lihat contoh dalam gambar di bawah ini. Untuk kata Mangkok.

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

***

Nah itulah setidaknya 3 kesalahan yang sering ditemukan berkaitan dengan Rarangken Pamaéh yang penggunaanya kurang tepat.

Dapat disimpulkan, bahwa kaitan eratnya yakni dengan tiga huruf konsonan, yiatu RA, NGA dan HA.

Pengecualian:

Akan tetapi, bukan berarti ketiga huruf tersebut di atas tidak bisa / tidak boleh disandingkan dengan Rarangken Pamaéh. Dalam hal tertentu, misal dalam penulisan singkatan, maka akan lebih cocok dan tepat jika menggunakan Rarangken Pamaéh. Ketimbang Rarangken pembentuk bunyi yang telah dijelaskan di atas.

Bahkan dianggap salah jika menuliskan singkatan dengan menggunakan Rarangken pembentuk bunyi (panglayar, pangwisad dan panyecek). Karena sejatinya, aturan / kaidah penerapannya hanya untuk membentuk bunyi pada suatu kata atau kalimat.

Untuk lebih memudahkan pemahaman, lihat contoh berikut.

Contoh: Penulisan singkatan kata

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

6. Penulisan Angka dalam Aksara Sunda

Tidak ketinggalan, kita juga mengenal Aksara Angka yang disebut dengan Aksara Wilangan (bilangan). Bisa dibilang bentuk angka Aksara Sunda ini jauh berbeda dengan angka pada Aksara latin maupun Arab dan lainnya. Namun ada beberapa angka yang masih memiliki unsur sama, seperti angka 7 (tujuh). Dan nol (0).

Kaidah arah tulisannya juga sama seperti aksara latin, yaitu ditulis dari kiri ke kanan. Yang membedakan hanyalah dalam  penulisannya yang harus diapit oleh tanda vertikal bar (tanda pipa).

Berikut adalah daftar Aksara Sunda Angka (wilangan) dari 0 sampai 9.

aksara sunda ngalagena, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda wilangan, angka aksara sunda

Contoh penerapan Aksara Sunda Angka (Wilangan)

Dalam contoh nyata, kita sering menemukan penerapan angka ini seperti pada nama dan nomor jalan. Beberapa kota di Tatar Sunda bahkan sudah sering ditemukan gapura dan tembok gedung yang menggunakan Aksara Sunda dalam penulisan nama dan Nomor jalannya.

Untuk memudahkan pemahaman dalam cara menuliskan angka dalam Aksara Sunda, bisa lihat beberapa contoh penerapannya berikut ini.

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

7. Tanda baca Aksara Sunda

Dewasa ini dalam penerapan penulisan Aksara Sunda juga layaknya aksara latin. Yakni menggunakan tanda baca umum, seperti titik, koma, tanda tanya, tanda titik dua, strip, tanda seru, kurung, dan lain sebagainya.

Contoh:

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

8. Cara Membaca dan Menulis Aksara Sunda dengan Mudah

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa mempelajari Aksara Sunda, terlebih dalam menulis itu terbilang mudah. Sobat bisa mempelajari dan menguasainya dengan cepat tanpa bantuan guru sekalipun. Pun begitu dengan membacanya.

Dan di bagian kali ini, kita akan mencoba latihan menerapkan kaidah penulisan yang telah kita pelajari di atas. Semua unsur dalam, mulai dari Ngalagena, Aksara Swara, Rarangken dan kaidah Pamaéh akan kita coba terapkan dalam latihan ini. Untuk mempermudah, saya juga akan sertakan contoh kalimat dan artinya dengan penulisan yang benar.

Jadi untuk menguasai Aksara Sunda, cukuplah dengan mempelajari dan mengenali unsur-unsur penting di atas.

Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya

Berikut adalah contoh penulisan Aksara Sunda dalam beragam kata. Silakan pelajari contoh kalimat dan artinya berikut ini.

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara
Selamat Datang di Blog Inspirilo

Pupuh kinanti

Untuk contoh kalimat Aksara Sunda dan artinya yang lain bisa juga sobat latihan dengan menerapkannya pada pupuh (lagu tradisional Sunda).

Dan untuk contohnya di sini saya menyajikan pupuh kinanti lengkap dengan penulisan Aksara Sunda di bawahnya. Pupuh kinanti dipilih karenan termasuk yang paling dikenal dan sering dilagukan oleh orang Sunda sendiri ketimbang jenis pupuh lainnya.

Pupuh kinanti ini sendiri menggambarkan sebuah penantian (nugguan) dan menceritakan sebuah perasaan kasih sayang (kanyaah) dan/atau deudeupeun (khawatir). Berikut adalah contoh Aksara Sunda dan artinya dengan isi Pupuh Kinanti (Budak Leutik Bisa Ngapung)

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

Aksara Sunda Lagu Anjeun

Masih kurang? Berikut saya kasih contoh lagi. Jika sebelumnya menggunakan lagu tradisional Sunda, yaitu Pupuh Kinanti. Di bawah ini saya mengambil contoh lagu Pop Sunda yang cukup terkenal dengan judul ‘Anjeun’ (id:Kamu). Lagu ini dibawakan oleh penyanyi Pop Sunda kenamaan, yaitu Nining Maeda ft Andang Cengos.

Untuk “USA” alias Urang Sunda Asli pasti mengetahui lagu ini.

aksara sunda lagu anjeun, rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara aksara sunda lagu anjeun, rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara aksara sunda lagu anjeun, rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara aksara sunda lagu anjeun, rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara aksara sunda lagu anjeun, rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara aksara sunda lagu anjeun, rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara aksara sunda lagu anjeun, rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

Sebagai latihan lanjutan, sobat bisa coba melatih diri dengan menuliskan kata-kata dengan aksara Sunda. Misal nama sendiri, tempat tanggal lahir, nama bintang peliharaan dan lain sebagainya.

Walaupun terlihat mudah, tapi tetap diperlukan jam terbang untuk bisa menguasai cara membaca maupun menulis Aksara Sunda. Alah bisa karena biasa. Hal ini sudah jadi hukum pasti sih. Semakin sering latihan, semakin lihai.

Bagaimana? Cukup mudah kan. Apalagi dengan penerapan contoh di atas yang semakin memperjelas cara penulisan dan bacanya. Semoga bisa dimengerti.

9. Kaligrafi Aksara Sunda

Berikut gambar-gambar contoh kaligrafi aksara sunda dengan tampilan estetis dan keren tentunya.

kaligrafi aksara sunda, rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara
Facebook.com

kaligrafi aksara sunda, rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

kaligrafi aksara sunda, rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara

kaligrafi aksara sunda, rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara
kairaga.com

10. Terjemahan / Translate Aksara Sunda + Download Font

Perlu kita syukuri bahwasanya saat ini telah banyak individu ataupun lembaga yang sangat memperhatikan kelestarian aksasra Sunda ini. Salah satu bukti perwujudannya adalah dengan banyak ditemukannya situs-situs yang mampu membuat terjemahan ke Aksara Sunda dari semulanya aksara latin.

Selain itu para pengguna komputer juga kini bisa belajar menuliskannya menggunakan keyboard.  Beberapa lembaga seperti misalnya Kaduhiyang Pajajaran pada tahun 2008 lalu telah berhasil membuat Font Aksara Sunda Unicode.

Yang mana tentu font tersebut bisa digunakan secara universal di Negara manapun. Bagi sobat yang mau mencobanya bisa Download Font Unicode ini silakan di sini.

Adapun untuk membuat terjemahan ke Aksara Sunda sebenarnya bisa saja sobat membuatnya sendiri. Baik itu dengan tulis tangan maupun dengan font Unicode di komputer. Karena pada dasarnya kaidah penulisannya ini boleh dibilang sangat simpel dan bisa dipelajari tanpa guru sekalipun.

Tapi jika ingin yang instan, sobat bisa coba dengan mengetikkan di Google dengan kata kunci ‘terjemahan ke Aksara Sunda‘ . Maka seketika sobat sudah bisa menemukan situs-situs tempat menerjemahkan aksara latin menjadi huruf Sunda. Salah satu contohnya adalah sebagai berikut

translate aksara sunda,, rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara
http://ir.cs.ui.ac.id/aksarasunda/

Namun agar fontnya dapat terbaca oleh browser (Mozilla, Firefox, atau lainnya) maka sebelumnya harus diinstal dulu font Sunda Unicodenya. Caranya yaitu double click file font nya, lalu klik Install font.

Atau bisa langsung dengan mengcopy file font Aksara Sunda Unicode di folder C:\Windows\Fonts. harus dilakukan setting terlebih dahulu. Contohnya di browser Firefox, sobat bisa masuk ke Setting -> Manage Settings. Atur semua pilihan huruf/font-nya menjadi Sundanese Unicode. Maka kini browser sobat sudah bisa digunakan untuk membaca Aksara Sunda.

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara
adhuy.wordpress.com | Panduan Penggunaan Font Aksara Sunda Unicode

Sejarah Aksara Sunda Kuno

rarangken aksara sunda, pengertian aksara sunda ,sejarah aksara sunda,tanda baca aksara sunda,aksara sunda dan tandanya,rarangken aksara sunda,terjemahan ke aksara sunda,aksara sunda kuno,aksara sunda ngalagena,aksara Sunda Kaganga,Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya,Font Aksara Sunda,rarangken aksara sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda lengkap, aksara sunda swara
wikipedia.org

Di atas disebutkan bahwa Aksara Sunda yang kita kenal sekarang itu merupakan Aksara Sunda Baku. Yang mana merupakan hasil modifikasi dan penyesuaian dari Huruf Sunda Kuno.

Dan untuk sedikit menambah wawasan, berikut inspirilo juga sajikan bagaimana sejarah Aksara Sunda Kuno dan Baku tersebut secara singkat.

Aksara Sunda Kuno tumbuh dan berkembang di Tatar Sunda (Jawa barat) pada sekitaran abad 14-17 M. Yang mana pada mulanya, dipakai/digunakan sebagai mediaseja komunikasi untuk menuliskan Bahasa Sunda Kuno kala itu.

Adapun bentuk Huruf Sunda Kuno ini juga merupakan hasil pengembangan dari Aksara Pallawa (Pallava) yang berasal dari India bagian selatan.

Aksara Pallawa ini dianggap merupakan hal penting dalam sejarah Aksara di Indonesia. Karena merupakan cikal bakal dari berbagai Aksara-aksara Nusantara, salah satunya Aksara Sunda.

Salah satu bukti paling awal dari penulisan Aksara Pallawa ini adalah Prasasti Tarumanegara pada abad ke-5.

Kaitannya dengan Aksara Sunda Baku

Sejak Abad 12 M, masyarakat Sunda telah menggunakan Aksara Sunda untuk menuliskan bahasa yang digunakan. Namun memasuki masa penjajahan/kolonial, kala itu orang-orang Sunda dilarang untuk menggunakannya.

Keadaan dan titah para penjajah kala itu memaksa masyarakat Sunda untuk kemudian meninggalkan Aksara Kuno dalam menulis. Padahal Aksara Sunda tersebut sudah jadi identitas budaya Sunda yang sudah sangat melekat saat itu.

Kemudian memasuki abad 20, para peneliti dari dalam maupun luar negeri (misal K F. Holte)  tergerak kesadarannya untuk kembali meneliti keberadaan prasasti dan naskah tua yang menggunakan Huruf Sunda Kuno. Para peneliti tersebut menginginkan eksistensi daripada Aksara Sunda Kuno yang merupakan identitas budaya tetap terjaga.

Hasilnya, Pemerintah Jawa Barat pada tahun 1996 menetapkan Perda No. 6 tahun 1996 tentang tentang Pelestarian, Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara Sunda.

Dan sejak saat itu, Aksara Sunda sudah mulai diperkenalkan pada khalayak umum. Beragam acara kebudayaan turut menyelipkan pengenalan Huruf Sunda sebagai upaya pelestarian agar tetap dikenal oleh masyarakat Sunda sendiri. Selain itu beberapa kota seperti Tasikmalaya dan Purwakarta telah menggunakan Huruf Sunda dalam tulisan nama-nama jalan.

Namun secara resmi pemerintah belum mewajibkan sekolah untuk mempelajarinya. Tidak heran, Aksara Sunda masih belum terlalu familiar terlebih di kalangan anak sekolah usia SD atau SMP.

Namun setidaknya Alhamdulillah bisa kita syukuri, kini Aksara Sunda telah menduduki posisi agungnya kembali di tengah-tengah masyarakat.

Kesimpulan

Dengan mempelajari Aksara Sunda, secara tidak langsung kita telah melestarikan salah satu warisan peninggalan budaya yang amat sangat berharga. Warisan yang tentunya tidak dimiliki oleh budaya lainnya.

Jadi sebagai bagian dari masyarakat Sunda tentu akan lebih baik untuk mengetahui serta mempelajari Aksara Sunda tersebut.

Walaupun dalam kehidupan sehari-hari memang jarang diterapkan. Hal tersebut juga satu upaya nyata yang bisa kita perbuat dalam rangka melestarikan budaya dan menghormati jasa para leluhur.

Pun bagi masyarakat Indonesia pada umumnya juga tidak ada salahnya untuk juga mempelajarinya. Toh masih bagian dari bumi pertiwi Indonesia tercinta.

Indonesia dengan segala keunikan budayanya sudah sepantasnya kita bangga akan hal itu. Tidak salah juga mempelajari budaya Negara lain, tapi budaya daerah sendiri jangan sampai dilupakan.

Barangkali cukup sekian pembahasan tentang belajar Aksara Sunda ini secara lengkap telah saya bahas. Ya mungkin tidak lengkap-lengkap amat, tapi setidaknya sudah cukup untuk dijadikan bahan belajar, terlebih bagi yang baru mengenalnya (pemula).

Sekian dan terima kasih.

2 thoughts on “Belajar Aksara Sunda Lengkap | Sejarah, Rarangken + Contoh Kalimat Aksara Sunda dan Artinya”

Leave a Comment