7 Besaran Pokok dan Satuannya dalam Sistem Internasional + Tabel Besaran, Alat Ukur, dan Dimensinya

Pengertian besaran dalam fisika adalah sesuatu yang memiliki nilai, dapat dihitung dan diukur. Dinyatakan menggunakan angka dan memiliki satuan. Berdasarkan satuannya, besaran dibedakan menjadi 2 kelompok. Yang pertama adalah besaran pokok (Base Quantities), yang akan jadi pembahasan utama kita kali ini. Dan kedua, yaitu besaran turunan (Derived Quantities).

Antara besaran pokok dan turunan ini tentu memiliki perbedaan, namun masih saling berkaitan.

Seperti judulnya, di artikel kali ini kita akan lebih fokus dalam pembahasan mengenai besaran pokok.

Apa itu besaran pokok? Apa bedanya dengan besaran turunan? Lengkap disajikan juga di sini tentang penjelasan contoh besaran pokok, dimensi, alat ukur dan  satuannya berdasarkan Sistem Internasional. InsyaAllah akan dibahas secara ringkas namun mendalam sehingga sobat bisa memahaminya.

Pengertian Besaran Pokok dan Perbedaannya dengan Besaran Turunan

Besaran pokok adalah jenis besaran dengan satuan yang telah didefinisikan (ditetapkan) lebih dahulu. Maksudnya, secara default (mendasar), besaran jenis ini memang sudah memiliki satuan baku. Yang mana telah ditetapkan secara Internasional melalui SI (SIstem Internasional). Dan kemudian jadi pedoman (dasar) dalam penentuan satuan besaran fisika lainnya.

Adapun perbedaannya dengan besaran turunan tentu cukup bisa dikenali dengan mudah. Yang mana besaran turunan itu sendiri merupakan besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok.

Jadi dalam hal ini tampak jelas perbedaan besaran pokok dan besaran turunan. Namun masih saling berkaitan satu sama lain. Kita tidak bisa menyelesaikan suatu massalah besaran turunan jika tidak tahu detail mengenai satuan dari besaran-besaran pokok yang ada.

Contoh Besaran Pokok dan Satuannya + Alat Ukur           

Dalam ilmu fisika, telah disepakati secara universal bahwasanya yang termasuk dalam kelompok besaran pokok itu setidaknya ada 7 besaran. Adapun ketujuh jenis besaran pokok tersebut adalah sebagai berikut:

7 Besaran Pokok

Di bawah ini adalah contoh 7 besaran pokok lengkap dengan penjelasannya. Meliputi lambang, nama satuan besaran pokok, dimensi dan beragam alat ukur yang bisa digunakan untuk mengetahui nilai besarannya.

besaran pokok, contoh besaran pokok, besaran pokok dan besaran turunan, dimensi besaran pokok
Tabel Besaran Pokok

Agar lebih mudah, berikut adalah tabel lengkap contoh besaran pokok dan satuannya.

Mari kita bahas dan jabarkan satu persatu masing-masing besaran pokok yang berjumlah 7 (tujuh) di atas.

1. Besaran Panjang (l)

Besaran yang pertama dan paling sering digunakan di kelompok besaran pokok adalah Panjang. Dalam ilmu fisika, panjang bisa diartikan sebagai jarak dari satu titik ke titik lain dalam satu ruangan. Memiliki lambang besaran, yaitu (l) –> (length)

Banyak sekali contoh penerapan besaran panjang ini dalam beragam contoh kasus baik itu dalam keseharian maupun dalam contoh soal. Seperti jarak, lebar, tinggi, keliling, jari-jari lingkaran, diameter, kedalaman dan lain sebagainya. Jadi jangan terkecoh, walaupun penerapan istilahnya berbeda, tapi masih masuk dalam satu kelompok besaran pokok yang sama, yaitu besaran panjang.

Menurut Sistem Internasionan (SI), besaran panjang memiliki satuan meter (m).Dalam SI, 1 meter diartikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa udara dalam waktu 1/299.792.458 detik.

Alat Ukur Besaran Panjang

Dalam penerapannya, besaran panjang dapat diukur dengan mudah menggunakan beragam alat yang memang sudah dijadikan standar perhitungan panjang. Yang paling sering kita temui tentunya yaitu Mistar (penggaris).

Namun selain penggaris, juga ada beberapa alat ukur lain yang bisa digunakan. Masing-masing alat ukur panjang bisa jadi memiliki tingkat ketelitian yang berbeda-beda, misal 1 mm (millimeter) atau bahkan di bawahnya. Tinggal disesuaikan dengan ukuran barang yang ingin diukur nilai panjangnya.

Berikut adalah beberapa contoh alat ukur besaran panjang yang biasa digunakan.

  • Mistar (Penggaris) dengan tingkat ketilitian yakni sebesar / sepanjang 1 mm (satu millimeter). Alat ukur ini cocok digunakan untuk mengukur benda yang tidak terlalu panjang namun juga tidak terlalu pendek. Dan cukup bisa diandalkan untuk menghasilkan nilai panjang yang akurat, hingga satuan millimeter.

    besaran pokok, contoh besaran pokok, besaran pokok dan besaran turunan, dimensi besaran pokok, alat ukur besaran pokok, panjang, penggaris, mistar
    wikihow.com
  • Stik meter atau meteran (Measuring tape) alat ini memiliki tingkat ketilitian hingga 1 mm juga layaknya penggaris / mistar.

    besaran pokok, contoh besaran pokok, besaran pokok dan besaran turunan, dimensi besaran pokok, alat ukur besaran pokok, panjang, measuring tape, meteran
    Measuring tape / Meteran
  • Jangka sorong (Vernier Calipers). Ini alat yang biasa dan cocok digunakan untuk mengukur benda dengan ukuran lumayan kecil. Karena ketelitiannya yang mencapati nilai 0,1 mm (nol koma satu millimeter).

    besaran pokok, contoh besaran pokok, besaran pokok dan besaran turunan, dimensi besaran pokok, alat ukur besaran pokok, panjang, jangka sorong
    Jangka sorong
  • Mikrometer Skrup – Sama seperti jangka sorong, alat ini juga memiliki tingkat ketelitian sebesar 0,1 mm.

    besaran pokok, contoh besaran pokok, besaran pokok dan besaran turunan, dimensi besaran pokok, alat ukur besaran pokok, panjang, mikrometer sekrup
    Mikrometer Sekrup

2. Masa (M)

Dalam fisika, massa ini berarti banyaknya jumlah kandungan materi / zat di dalam suatu benda. Besar kecil nilai massa suatu benda ditentukan oleh kandungan zat materi di dalamnya. Dalam Satuan Sistem internasional, masa dilambangkan dengan (M) dan memiliki satuan Kg (Kilogram).

Seringkali kita menggunakan istilah ‘Berat’. Contohnya yang paling umum adalah berat badan, misal berat badan Ani adalah 45 Kg.

besaran pokok, contoh besaran pokok, besaran pokok dan besaran turunan, dimensi besaran pokok, alat ukur besaran pokok, panjang, mikrometer sekrup

Dalam kehidupan keseharian, sah-sah saja menggunakan istilah ‘berat’ untuk merujuk pada satu nilai dengan satuan Kg (kilogram). Namun secara ilmu fisika, penggunaan istilah ‘berat’ tersebut menjadi salah / tidak tepat. 45 Kilogram sebenarnya merupakan massa badan Ani.

Namun mungkin karena lumrahnya sudah disebut ‘berat’, maka penggunaan istilah ‘massa’ badan juga terdengar sangat asing dan tidak cocok. Ya itulah salah satu dilema besaran dan kaitannya dengan literasi bahasa Indonesia :).

Adapun pengertian berat dalam ilmu fisika dan ‘berat’ dalam kehidupan sehari-hari itu sedikit berbeda. Dalam kajian ilmu fisika, berat merupakan gaya suatu benda yang memiliki massa karena adanya gaya tarik bumi (gravitasi).

Sehingga berat benda dari tempat satu dan tempat lain bisa saja berbeda. Bergantung pada besarnya gaya tarik di tempat tersebut. Adapun ‘berat’ ini dalam ilmu besaran, merupakan satu dari kelompok besaran turunan.

Besaran Massa memiliki satuan kilogram (kg). Yang mana 1 kg itu dalam SI diartikan sebagai massa dari satu tabung silinder yang terbuat dari campuran platina-iridium yang bernama Kilogram Standar. Silinder tersebut diamankan (disimpan) di Lembaga Berat dan Ukuran Internasiona di kota Paris, Prancis.

Alat ukur besaran Massa

besaran pokok, contoh besaran pokok, besaran pokok dan besaran turunan, dimensi besaran pokok, alat ukur besaran pokok, panjang, neraca ohauss
Neraca Ohauss

Untuk mengukur massa suatu benda, kita bisa menggunakan alat ukur yaitu neraca. Di zaman sekarang ini, jenis neraca juga sudah beragam, yaitu ada neraca duduk, neraca lengan, hingga neraca elektronik yang modern. Berikut contoh gambar beberapa jenis neraca pengukur massa.

3. Besaran Waktu (t) dan alat ukurnya

Yang termasuk ke dalam kelompok besaran pokok berikutnya adalah waktu. Waktu bisa didefinisikan sebagai saat mula (awal) dan akhir dari sebuah peristiwa / kejadian. Besaran waktu mempunyai lambang (t) = time. Dan memiliki satuan detik atau biasa disebut juga ‘sekon’ (s).

Satu sekon tersebut setara dengan selang waktu yang dibutuhkan oleh sebuah atom cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.

Untuk deretan angka pembentuk satuan sekon tersebut nampaknya tidak perlu sobat terlalu pikirkan :). Karena bisa berakibat kebingungan.. hehe.

Dalam prakteknya sekarang ini, kita bisa menggunakan alat ukur waktu untuk mengetahui nilai waktu yang telah ditempuh.

besaran pokok, contoh besaran pokok, besaran pokok dan besaran turunan, dimensi besaran pokok, alat ukur besaran pokok, panjang, alat ukur besaran waktu, stopwatch
StopWatch Digital

Adapun alat ukur yang bisa kita pakai untuk menentukan nilai suatu besaran waktu adalah StopWatch dan jam tangan. Atau kita bisa menggunakan fasilitas / fitur stopwatch yang tersemat di Smartphone. Tentu menjadi lebih mudah sekarang ini untuk urusan ukur-mengukur besaran waktu.

4. Besaran Suhu (T)

Berikutnya yakni besaran Suhu atau kerap juga disebut dengan istilah temperature. Definsi dari Suhu adalah tingkat panas dan dinginnya sebuah benda. Satuan Internasionalnya adalah derajat Kelvin (K). Memiliki lambang besaran, yaitu (T) yang merujuk pada kata Temperature

Namun di Indonesia sendiri kita lebih sering menggunakan satuan derajat Celsius karena dirasa lebih mudah dalam pengaplikasiannya. Terus di Amerika dan Inggris juga seringnya menggunakan satuan derajat Fahrenheit (F).

Sebagai manusia normal, kita memiliki indera untuk merasakan tingkat panas dinginnya benda. Yakni menggunakan indera peraba (kulit). Namun tentu kulit kita tidak memiliki kemampuan untuk menentukan angka, seberapa besar suhu pastinya. Hanya bisa merasakan dan mengira-ngira saja.

besaran pokok, contoh besaran pokok, besaran pokok dan besaran turunan, dimensi besaran pokok, alat ukur besaran pokok, panjang, alat ukur besaran suhu, termometer
Termometer

Untuk itu, kita memerlukan alat ukur yang bisa menghitung secara tepat nilai suhu tersebut. Adapun alat ukur suhu yang bisa digunakan adalah Termometer.

5. Kuat arus listrik (I)

Besaran pokok yang kelima adalah kuat arus listrik. Dalam SI, Kuat Arus Listrik diartikan sebagai jumlah muatan listrik yang mengalir di sebuah kawat penghantar per tiap satuan waktu. Satuan Sistem Internasional Kuat Arus Listrik adalah Ampere (A). Dengan lambang besarannya yaitu (I)

besaran pokok, contoh besaran pokok, besaran pokok dan besaran turunan, dimensi besaran pokok, alat ukur besaran pokok, panjang, alat ukur besaran kuat arus listrik,, ampere meter
Ampere Meter

Adapun alat ukur yang bisa digunakan untuk menenetukan nilai kuat arus listrik adalah Ampere meter.
Berikut adalah contoh gambar alat AmperMeter

6. Jumlah Zat (n)

Jenis besaran pokok yang terakhir adalah Jumlah Zat (N). Pengertian jumlah zat dalam ilmu fisika berarti ukuran jumlah cuplikan zat dasar (elementer) yang di dalamnya bisa berupa elektron, ion, atom, dan molekul tertentu.

Satuan Internasional untuk Jumlah Zat adalah (Mol) untuk menyatakan jumlah molekul. Dicetuskan pertama kali oleh seorang ahli kimia dari Jerman bernama Wilheml Ostwald 1893.

Besaran Jumlah Zat ini merupakan satu-satunya besaran pokok yang tidak bisa diukur menggunakan alat ukur. Melainkan dapat diukur dengan mencari nilai mol dari zat tersebut.

7. Intensitas Cahaya (In) dan alat ukurnya

Dikutip dari Wikipedia, Intensitas Cahaya merupakan besaran yang berfungsi untuk mengukur daya yang dipancarkan oleh sebuah sumber cahaya pada arah tertentu per satuan sudut. Secara Sistem Internasional, satuan Intensitas cahaya adalah Candela (Cd).

besaran pokok, contoh besaran pokok, besaran pokok dan besaran turunan, dimensi besaran pokok, alat ukur besaran pokok, panjang, alat ukur besaran intensitas cahaya, lightmeter, fotometer
lightmeter

Alat ukur untuk menentukan nilai intensitas cahaya adalah Light Meter.

Tentang Satuan dan Lambang Besaran Pokok

Di atas kita telah membahas tentang 7 jenis besaran pokok lengkap dengan penjelasan dan alat ukurnya. Di dalamnya juga sekilas disebutkan tentang satuan internasional dari masing-masing besaran. Nah kali ini kita akan sedikit mengorek tentang satuan dan lambang (simbol) dari besaran pokok itu sendiri.

1. Satuan Besaran Pokok

Satuan dalam besaran merupakan unit yang digunakan dalam penentuan kebenaran sebuah pengukuran. Atau bisa juga disebtu sebagai standar yang jadi pembanding alat ukur.

Dalam penerapannya kita akan mengenal banyak satuan pengukuran. Dan secara garis besar, kesemuanya itu bisa dikelompokkan ke dalam 2 bagian. Yaitu satuan baku dan satuan tidak baku.

Untuk satuan tidak baku sendiri banyak sekali contohnya kita temui di kehidupan sehari-hari. Beberapa satuan tidak baku yang ada yakni seperti:

  •  jengkal, depa (untuk mengukur panjang)
  • tumbak (untuk mengukur luas tanah)
  • dan lain sebagainya.

Adapun satuan baku adalah satuan yang memang telah distandarkan oleh sebuah lembaga yang mengurusnya. Satuan-satuan tersebut telah ditetapkan dan dijadikan standar secara universal (internasional). Sehingga dikenal dengan nama satuan Sistem Internasional (SI). Yang mana satuan tersebut merupakan buah hasil dari konfrensi CGPM (General Conferences on Weights and Measures). Dan mulai dipublikasikan pada tahun 1960.

2. Lambang Besaran Pokok

Lambang atau simbol dalam besaran pokok digunakan untuk memudahkan kita dalam proses perhitungan besaran. Dengan adanya lambang besaran tentunya kita jadi lebih mudah saat penerapannya. Yaitu mudah dalam menuliskan rumus dari besaran yang dimaksud dengan lebih singkat.

Sebagai pelengkap berikut ini adalah tabel besaran pokok dengan detail keterangan lambang dan juga satuaannya.

besaran pokok, contoh besaran pokok, besaran pokok dan besaran turunan, dimensi besaran pokok
Tabel Besaran Poko dan Satuannya + Lambang besaran

Dimensi Besaran Pokok

Di pembahasan terakhir ini, kita juga akan membahas tentang Dimensi besaran pokok. Istilah dimensi dalam besaran berarti simbol yang menggambarkan suatu besaran turunan dalam besaran pokok sebagai penyusunnya. Jadi dalam hal ini besaran pokok mempunyai dimensi pokok (paling dasar). Dimensi dituliskan dengan menggunakan dua kurung siku ( [ ) dan ( ] ).

Berikut adalah tabel dimensi besaran pokok lengkap.

No.Besaran PokokDimensi
1Panjang (l)[L]
2Massa (m)[M]
3Waktu (t)[T]
4Temperatur (T)[Ө]
5Kuat Arus (I)[I]
6Intensitas (In)[J]
7Jumlah Zat (n)[N]
besaran pokok, contoh besaran pokok, besaran pokok dan besaran turunan, dimensi besaran pokok
Tabel Dimensi Besaran Pokok

Nah itulah pembahasan tentang contoh besaran pokok dan satuannya dalam Sistem Internasional. Secara lengkap telah dibahas beserta lambang dan juga alat ukur dari masing-masing besaran. Semoga bermanfaat bagi sobat sekalian.

Mohon maaf jika ada salah-salah dala penyampaian artikel ini. Jika menemukan kesalahan dalam penulisan maupun isi, bisa kasih tahu melalui komentar di bawah. Sekian dan terima kasih.

2 thoughts on “7 Besaran Pokok dan Satuannya dalam Sistem Internasional + Tabel Besaran, Alat Ukur, dan Dimensinya”

Leave a Comment