10 Alat Musik Tradisional Khas Bali dan Penjelasannya

Alat Musik Bali – Bali adalah satu provinsi di Indonesia yang begitu kaya akan adat istiadatnya. Dari sektor pariwisata juga, kita tahu pesona Bali sudah tidak perlu diragukan lagi dalam memikat  wisatawan asing untuk berkunjung. Keindahan alam luar biasa menggoda dan juga kuliner khas Bali yang memanjakan lidah semakin membuatnya kerap dijejali para pelancong tiap kali musim liburan tiba.

Bukan cuma itu, kebudayaan Bali juga masih terasa kental di masayarakat dan masih menjadi identitas Bali hingga sekarang. Selain dengan pakaian adat bali yang begitu khas dan iconic, dalam unsur kebudayaan Bali juga tidak bisa lepas dari kehadiran alat musik tradisional. Ya di setiap daerah pastinya punya yang namanya alat musik khas daerah, tak terkecuali di Bali.

Bali mempunyai beragam alat musik tradisional yang mempunyai beragam fungsi dan kegunaan. Selain untuk acara pementasan seni, alat musik Bali juga kerap kali digunakan dalam acara keagamaan atau upacara adat di sana. Dengan berbagai ciri khas yang dimilikinya, sebagai sebuah bentuk kearifan lokal, sudah seyogyanya masyarakat Bali pada khususnya tetap menjaga dan melestarikan alat musik Bali. Supaya tidak semakin tergerus modernisasi zaman.

Alat Musik Bali dan Penjelasannya

Berikut adalah 10 alat musik Bali yang perlu kamu ketahui. Lengkap dengan gambar dan penjelesan lengkap, struktur & spesifikasi alat musik, fungsi dan cara memainkannya. Mari kita bahas satu persatu.

1. Cengceng Bali

Cengceng Bali - Alat Musik Tradisional Khas Bali

Alat musik yang satu ini begitu lekat dan terasa sekali unsur khas tradisional Balinya. Bukan cuma karena namanya yang unik, tapi juga peranannya yang juga sentral alias penting dalam perangkat musik gamelan. Adapun nama lain dari alat musik ini adalah Cengceng Ricik.

Dapat dilihat dari gambar di atas, alat musik ini berbentuk lempengan lingkaran yang terbuat dari tembaga atau perungu. Bentuknya seperti tempurung kura-kura. Dan konon pengukir dan pembuat awal cengceng ini terinspirasi dari legenda kura-kura. Bagi yang belum tahu, di Bali ini dikenal satu legenda kura-kura mistis yang punya nilai magis dan dipercaya menyeimbangkan dunia di atas tempurungnya.

Cengceng Bali - Alat Musik Tradisional Khas Bali
youtube.com

Untuk satu set cengceng, terdiri dari dua bagian yang sering dibedakan jadi bagian atas dan bawah. Sekilas alat musik bali yang satu ini terlihat seperti simbal secara tampilan. Di bagian luarnya, cengceng ini disematkan semacam tali atau rumbay-rumbay yang juga berfungsi nantinya sebagai pegangan dengan cara dijepit oleh jari. Tali-tali tersebut kerap dinamai dengan Bungan Cengceng.

Cara memainkan cengceng juga terbilang mudah, yakni cukup dengan memukulkan kedua bagian dalam cengceng. Yang mana suara yang dihasilkan dari proses pukulan tersebut akan terdengar seperti suara ceng.. ceng. Suaranya jelas nyaring dan dinamis manakala ke dua bagian cengceng beradu. Semakin keras pukulannya, bunyi yang dihasilkan pun juga akan semakin nyaring.

Seperti disebut di atas, alat musik ini adalah elemen penting dari pagelaran musik gamelan Bali. Anda yang berkunjung ke Bali bisa menyaksikan dan mendengarkan suara nyaring dari alat musik ini dengan mendatangi beberapa pagelaran tari gamelan seperti gamelan Gong Kebyar, Semar Pegulingan, Barongan, dan lain sebagainya. Yang biasanya dikenakan tarif untuk setiap pertunjukannya sebesar 100.000.

Atau buat yang mau beli alat musik bali cengceng ini secara personal juga bisa. Banyak sekarang yang menjualnya di situs atau marketplace dengan kisaran harga 40 sampai 50 ribu rupiah/set. Cocok digunakan sebagai hadiah dan juga mainan anak kecil juga lho.

2. Alat Musik Bali – Gerantang

Gerantang - Alat Musik Tradisional Khas Bali
youtube.com

Terlihat di gambar bahwa struktur pembentuk alat musik satu ini terbuat dari bambu. Namanya gerantang. Bambu dipotong dan dibentuk dengan lebar sama yakni sekitar 4-5 cm, namun dengan panjang yang dibuat beragam antara 45 sampai 70 cm. Kemudian beberapa lempengan panjang bambu tersebut disusun sedemikian rupa secara berurutan untuk menghasilkan tingkatan nada yang beraturan nantinya.

Namun untuk bambu bagian bawahnya tidak dibuat lempengan, melainkan potongan bambu kecil utuh yang masih berupa silinder dengan penyusunan yang serupa dengan bagian atasnya.

Cara memainkannya adalah dengan dipukul. Oleh karenanya, terdapat dua buah pemukul dengan gagang bambu kecil dan bagian ujung yang berbentuk lingkaran. Dan suara yang dihasilkan dari setiap pukulan itu serupa dengan alat musik bambu lainnya, suara khas alat musik bambu.

Alat musik biasanya dijadikan pengiring pada kesenian Cupak Gerantang. Sebuah kesenian pementasan dengan menghadirkan dua tokoh, yakni Cupak dan Gerantang. Ceritanya, kedua tokoh tersebut merupakan kakak beradik, namun punya dua sifat berlawanan. Cupak adalah berupa cerminan sifat buruk dan Gerantang mengkiaskan kebaikan yang dimiliki manusia.

Sama halnya dengan cengceng, Gerantang ini juga kerap jadi pelengkap pada acara pementasa gamelan atau angklung.

3. Rindik Bali

Rindik Bali - Alat Musik Bali Tradisional
e-bali.net

Satu lagi alat musik bali dengan bahan penyusun utama dari bambu. Alat musik ini bernama rindik yang pada awalnya zaman dulu kerap disebut sebagai angklung bali. Ya kita tahu angklung juga merupakan alat musik dari bambu yang disusun dan dimainkan dengan cara digoyangkan hingga menghasilkan suara yang khas.

Namun kemudian seiring berjalannya waktu, kemudian berganti nama menjadi rindik. Yang mana dalam istilah jawa kuno, memiliki arti disusun dengan rapi dan disisakan sedikit celah diantara setiap susunannya. Ya mirip dengan struktur rindik yang bisa dilihat pada gambar di atas.

Cara memainkannya juga dengan cara dipukul dengan menggunakan dua buah pemukul sejenis palu yang dibuat khusus. Suara yang dihasilkan juga mirip khas suara angklung. Alat musik Bali yang satu ini berstruktur nada salendro.

Biasanya dalam sebuah pementasan, ada dua orang yang memainkan rindik. Adapun peranannya sendiri, rindik kerap digunakan sebagai pengiring dalam beberapa pentas kesenian di Bali. Contohnya adalah Tarian Joget Bumbung dan juga penyambutan tamu dalam acara nikahan Bali.

4. Kendang Bali

Kendang Bali - Alat Musik Tradisional Khas Bali
youtube.com

Seperti kita tahu bahwasanya, alat musik kendang sudah cukup umum dan dikenal, bukan cuma di Bali, melainkan di berbagai wilayah Indonesia lainnya. Alat musik pukul atau perkusi ini rata-rata mempunyai struktur yang sama yakni berbentuk selinder/tabung dengan kulit di dua bagian lingkaran silindernya. Yang kemudian jadi objek tepuk / pukul hingga menghasilkan suara khas kendang.

Namun apa yang berbeda dari kendang Bali? Sekilas dapat kita lihat kalau kendang Bali punya perawakan yang jauh lebih kecil dan lurus yang membuatnya beda dari kendang pada umumnya, seperti yang sering kita lihat pada pegelaran musik dangdut.

Kendang ini memiliki ukuran panjang sekitar 70 cm dengan garis tengah (diameter) garis tebokan kecil 22-26cm dan tebokan besar antara 29-32cm.

Kendang Bali merupakan instrumen yang tidak dapat dipisah dari seni karawitan. Untuk pementasan gamelan, kendang ini ada pada jenis gamelan golongan madya. Artinya ia memiliki peran sebagai pusat/pemimpin dalam sebuah barungan gamelan.

Dan sering digunakan dalam berbagai perangkat gamelan, seperti Gong Kebyar, Gong Gede, Baleganjur, dll. Dan dimainkan berpasangan, yakni terdiri dari kendang wadon dan juga kendang lanang.

Adapun yang tampak pada gambar di atas dinamakan kendang cedugan. Cara memainkannya adalah dengan menempatkan kendang di pinggang dalam posisi bersila. Sehingga sering juga disebut kendang pepanggulan. Kemudian dipukul antara bagian kiri dan kanannya dengan irama terentu.

5. Pereret

Pereret Bali - Alat Musik Tradisional Khas Bali
nowbali.co.id

Alat musik tradisional Bali berikutnya adalah bernama Pereret Bali. Instrumen ini berupa alat musik tiup serupa dengan terompet dan termasuk kategori alat musik kuno Bali yang sudah eksis semenjak ratusan tahun lalu.

Adapun bahan penyusunya adalah dari kayu yang diukir dan dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai struktur terompet. Alat musik tiup tradisional Bali ini kerap dipakai guna mengiringi acara kesenian Sewo Gati. Suara yang dihasilkan dari setiap tiupan pereret ini akan terdengar begitu merdu dan menengankan jiwa.

Dewasa ini alat musik pereret Bali sering ditemukan dan banyak dibuat oleh masyarakat di kawasan Jembrana.

Adapun asal mula kenapa dinamai Pereret adalah dikarenakan dulu kala ada sebuah istilah bernama Pereret Pangasih. Para perjaka (pria) kala itu sering menggunakan jampi-jampi/guna-guna atau dalam kata lain pelet untuk memikat perempuan yang disukainya. Dan alat tiup inilah yang kerap digunakan sebagai media guna-guna tersebut.

Mereka meniupkan dan memainkannya pada malam hari dari atas pohon. Hingga sayup suara tiupan pereret terdengar sampai jarak cukup jauh, bisa sampai satu kilometer. Dengan harapan gadis yang disukainya bisa terpikat. Karena sebelum digunakan untuk hal tersebut, alat ini telah terlebih dulu dibaca-bacakan dan diisi oleh kekuatan supranatural oleh seorang dukun yang dikenal dengan Jero bailian. Yaitu dengan pemberian sesajen pada Sanghyang Pasupati.

Dari kata Pereret Pangasih itulah, maka sampai sekarang alat musik tiup ini bernama Pereret. Namun tentu kegunaan dan fungsinya kini hanya untuk pelengkap dalam pementasan seni. Tidak lebih dari itu.

6. Seruling Bali

Suling Bambu Bali - Alat Musik Tradisional Khas Bali
worldwidesuling.weebly.com

Suling atau seruling juga menjadi salah satu instrumen penting dalam pertunjukan musik tradisional Bali. Seperti suling dari daerah lain, suling bali juga terbuat dari sebuah bambu dan memiliki 6 lubang untuk mengatur tinggi rendahnya nada.

Bambu yang digunakan dalam membuat seruling bali juga tidak sembarangan. Melainkan menggunakan bambu khusus, yakni dikenal dengan nama bambu tulup. Panjangnya sekitar 35-40 cm. Dengan warna khas natural bambu yang kekuning-kuningan.

Untuk memainkan alat musik ini dengan baik haruslah didukung dengan teknik pernafasan yang juga baik. Selain itu jemari tangan yang peka terhadap nada juga pasti diperlukan. Yang mana pastinya harus disertai latihan khusus sebelumnya.

7. Genggong

"<yoastmark

Termasuk dalam kategori instrumen musik getar. Suara yang dihasilkan genggong begitu unik. Bunyinya mirip-mirip suara katak di sawah. Dan alat musik unik ini biasanya digunakan sebagai pembuka ada acara pementasan seni atau acara pernikahan di Pulau Dewata Bali. Walaupun memang keberadaannya cukup jarang dikenal oleh masayarakat Bali sendiri.

Cara memainkan genggong ini adalah diletakkan pada mulut, namun bukan untuk ditiup. Dalam hal ini mulut berfungsi guna menyangga badan genggong. Di satu bagian ujung genggong dipasangkan seutas tali. Dan kemudian tali itu lah yang ditarik ke arah depan dan kanan hingga menciptakan bunyi getar yang kuat dan khas.

Untuk bahan pembentuknya sendiri, genggong berasal dari pelepah pohon enau. Adapun kayu yang dipakai dalam membuat genggong mesti yang sudah tua dan mengring. Kulit luarnya dibentuk panjang dengan ukuran 2×20 cm.

Bagian instrumen yang bergetar dan menghasilkan suara dinamakan Palayah. Strukturnya biasanya diiris dan dibentuk tipis guna menghasilkan getaran suara yang maksimal. Tebalnya sekitar 10 milimeter. Dan pada bagian ujung kanan irisan, terdapat sebuah lubang guna menempatkan tali sepanjang kuran glebih 5 cm.

8. Gamelan Bali

Alat musik tradisional ini oleh masyarakat Bali sendiri lebih sering disebut dengan istilah “Gambelan”. Gamelan Bali tentu memiliki ciri khas dibanding dengan gamelan dari daerah lain, seperti Sunda dan Jawa.

Gamelan Bali identik dengan irama yang bertempo atau berkecepatan tinggi dengan bunyi yang meledak-ledak. Dan ada sedikit unsur dinamis pada tiap bagian akhirnya. Tentu sedikit berbeda dengan bunyi pada gamelan Jawa yang lebih terkesan halus dan mendayu-dayu.

Hal itu cukup dipengaruhi oleh berbagai instrumen pendukungnya seperti Cengceng yang memang menghasilkan suara nyaring dan juga dimainkan dengan cepat. Sehingga akan berpengaruh pada instrumen lainnya juga. Maka dihasilkan ritme cepat khas gamelan Bali.

Satu lagi yang merupakan keunikan dari Gamelan Bali yakni disebut “dengung akustik”. Yaitu sebuah sistem penyesuaian atau penyelarasan yang tepat diantara instrumen-instrumen yang ada.

Bunyi gema pada getaran gong juga turut menambah keunikan tersendiri. Pasalnya bunyi yang dihasilkan berbaur dengan bunyi instrumen lain yang berbentuk bilahan perungu datar, didukung dengan suara kuat pada instrumen bambu. Menghasilkan sebuah keharmonisan nada tempo cepat dan tinggi.

Untuk bahannya sendiri kebanyakan gamelan Bali menggunakan bahan logam perungu. yang disebut juga sebagai gamelan krawang. Namun ada juga gamelan yang terbuat dari bambu atau besi (gamelan slonding).

Adapun berdasarkan zamannya, Gemelan Bali dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis:

Jenis-jenis Gamelan Bali - Alat Musik Bali tradisional

Penutup

Nah itulah tadi uraian lengkap tentang beberapa alat musik tradisional khas dari Provinsi Bali. Alat musik Bali adalah bagian dari kekayaan budaya Bali dan juga Nusantara. Sehingga keberadaannya wajib untuk tetap dilestarikan khususnya oleh masyarakat suku Bali.

Semoga informasi ini bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Leave a Comment